Matthias Jaissle Ungkap Titik Terendah Hidupnya Sebelum Hadapi Liverpool

Matthias Jaissle mengenang masa sulit yang mengubah kariernya di sepak bola. (Foto: Michael Driver/MI News/NurPhoto via Getty Images)
Berita Liga Inggris: Matthias Jaissle mengenang titik terendah dalam hidupnya menjelang pertandingan pertama sebagai manajer Newcastle United di Premier League melawan Liverpool, Ahad (23/8). Karier bermainnya berakhir secara kejam pada usia 25 tahun setelah cedera parah membuatnya tidak mampu melanjutkan perjalanan sebagai pesepak bola profesional.
Pada Maret 2009, ketika baru berusia 22 tahun, Jaissle sedang mulai membangun reputasi bersama Hoffenheim. Namun, pertandingan melawan Hannover 96 di Rhein-Neckar-Arena mengubah segalanya. Cedera yang dialaminya membuat masa depan karier bermainnya berada dalam ketidakpastian dan akhirnya memaksanya mengucapkan selamat tinggal kepada impian masa kecil.
Matthias Jaissle hanya mampu tampil beberapa kali dalam tiga tahun berikutnya sebelum memutuskan pensiun sebagai pemain pada usia 25 tahun. Ia kemudian beralih ke dunia kepelatihan dalam usia relatif muda, sebuah keputusan yang pada akhirnya membawanya menjadi salah satu manajer muda yang menarik perhatian di Eropa.
"Saya sangat menantikan pertandingan ini, jadi saya tidak mengingat momen-momen buruk dalam hidup saya. Namun, Anda selalu bisa mendapatkan sesuatu yang positif darinya. Ada masa sulit ketika saya harus mengakhiri karier sebagai pemain pada usia yang masih sangat muda," kata Jaissle kepada The Gazette.
Jaissle mengakui pengalaman tersebut sempat menjadi periode paling berat dalam hidupnya. Namun, ia berusaha menjadikan kesulitan itu sebagai proses untuk tumbuh dan membangun kembali kehidupannya melalui disiplin serta komitmen.
"Jika Anda melewati masa sulit dalam hidup, dan mungkin kalian semua juga pernah mengalami fase seperti itu, pada akhirnya Anda akan keluar dengan kondisi yang lebih kuat. Itulah yang saya coba lakukan," ujar Jaissle.
Perjalanan tersebut kemudian membentuk pandangannya mengenai karier. Jaissle tidak pernah merencanakan untuk menjadi manajer Newcastle atau bahkan membayangkan bisa mencapai level tersebut. Menurutnya, pengalaman sebagai pemain mengajarkan bahwa terlalu banyak merencanakan masa depan tidak selalu berguna karena tidak semua hal berada dalam kendali seseorang.
"Dengan disiplin, dengan komitmen, tentu saja jika saya bermimpi tentang hal itu, ya. Namun, saya tidak pernah merencanakan sesuatu seperti ini karena saya belajar dalam karier sebagai pemain bahwa tidak ada gunanya merencanakan terlalu jauh ke depan. Tidak semuanya bisa kita pengaruhi," jelasnya.
Kini, Jaissle mendapatkan kesempatan untuk membuktikan kemampuannya di panggung Premier League. Tantangan pertamanya langsung sangat berat karena Newcastle harus menghadapi Liverpool pada laga pembuka musim di St James' Park. Namun, pengalaman melewati masa sulit membuat pertandingan tersebut terasa berbeda baginya.
"Sekarang saya berada di sini. Seperti yang sudah saya sebutkan sebelumnya, ini adalah sebuah kehormatan besar dan saya sangat bersyukur. Saya menganggapnya sebagai kehormatan besar bisa menjadi manajer Newcastle United pada tahap karier saya saat ini," tegas Jaissle.
Di balik rasa bangga tersebut, Jaissle juga menyadari besarnya tanggung jawab yang datang bersama posisi sebagai manajer Newcastle. Ia sudah merasakan atmosfer St James' Park dalam beberapa pertandingan pramusim dan kini bersiap menyaksikan stadion tersebut dalam kondisi terbaik ketika Liverpool datang.
"Saya juga merasa ini adalah tanggung jawab yang sangat besar dan saya menyadarinya. Yang bisa saya lakukan adalah memberikan yang terbaik setiap hari untuk mencoba berkembang dan mendukung para pemain dengan cara yang sedang kami lakukan sekarang," kata Jaissle.
Matthias Jaissle juga memberikan apresiasi kepada para pemain Newcastle atas sikap mereka selama menjalani persiapan. Ia menilai komitmen skuad di tempat latihan menjadi tanda bahwa proyek yang sedang dibangun bergerak ke arah yang tepat.
"Saya benar-benar sangat senang dengan komitmen yang ditunjukkan para pemain di tempat latihan. Kami bergerak ke arah yang benar. Jadi saya bahagia dan sangat bersyukur," tutup Jaissle.
Artikel Tag: liverpool, premier league, newcastle united, matthias jaissle
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/matthias-jaissle-ungkap-titik-terendah-hidupnya-sebelum-hadapi-liverpool























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini