Manchester United Terpuruk akibat Salah Urus Berkepanjangan

Penulis: Hanif Rusli
Rabu 28 Okt 2026, 06:51 WIB - 123 views
Meski berganti manajer, mendatangkan pemain mahal, dan memenangkan sejumlah trofi, Manchester United terus kesulitan kembali menjadi kekuatan dominan di Inggris dan Eropa. (Foto: AP)

Meski berganti manajer, mendatangkan pemain mahal, dan memenangkan sejumlah trofi, Manchester United terus kesulitan kembali menjadi kekuatan dominan di Inggris dan Eropa. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

Kemunduran Manchester United setelah kepergian Sir Alex Ferguson pada 2013 menjadi gambaran bagaimana buruknya pengelolaan klub dapat menghancurkan fondasi kejayaan yang dibangun selama puluhan tahun.

Meski berganti manajer, mendatangkan pemain mahal, dan memenangkan sejumlah trofi, Manchester United terus kesulitan kembali menjadi kekuatan dominan di Inggris dan Eropa.

Akar masalahnya ditelusuri hingga 2005, ketika keluarga Glazer mengambil alih klub melalui skema leveraged buyout, yakni pembelian menggunakan pinjaman yang kemudian dibebankan kepada klub.

Manchester United yang sebelumnya bebas utang harus menanggung kewajiban finansial lebih dari 500 juta pound.

Sejak saat itu, kritik terhadap kepemilikan Glazer terus berkembang, terutama karena klub dinilai lebih mengutamakan kepentingan bisnis daripada pembangunan sepak bola jangka panjang.

Selama bertahun-tahun, Ferguson mampu menutupi kelemahan struktural tersebut melalui prestasi di lapangan.

Namun, pengunduran dirinya pada 2013, bersamaan dengan kepergian CEO David Gill, menghilangkan dua figur penting yang menjaga kesinambungan pengelolaan klub.

Pengganti Gill, Ed Woodward, memiliki pengalaman komersial yang kuat, tetapi dinilai kesulitan membangun strategi sepak bola yang konsisten.

David Moyes menjadi manajer pertama setelah Ferguson. Ia hanya bertahan sekitar 10 bulan sebelum dipecat setelah Manchester United finis di posisi ketujuh pada musim 2013/14.

Louis van Gaal kemudian membawa klub kembali ke Liga Champions dan memenangkan Piala FA pada 2016, tetapi tetap dipecat.

José Mourinho mempersembahkan Liga Europa dan Piala Liga pada 2017, serta membawa United finis kedua di Premier League pada 2017/18.

Namun, konflik internal, perekrutan yang tidak efektif, dan ketidakpuasan terhadap manajemen akhirnya mengakhiri masa jabatannya.

Ole Gunnar Solskjaer sempat membangkitkan optimisme melalui permainan menyerang dan kemenangan dramatis atas Paris Saint-Germain di Liga Champions pada 2019.

Manchester United finis kedua pada 2020/21, tetapi gagal memenangkan final Liga Europa.

Setelah Solskjaer dipecat pada 2021, Ralf Rangnick datang sebagai pelatih interim, tetapi rencana menjadikannya konsultan sepak bola tidak pernah terlaksana.

Erik ten Hag membawa United menjuarai Piala Liga pada 2023 dan Piala FA pada 2024.

Namun, performa buruk, perekrutan mahal yang tidak konsisten, serta kegagalan di Liga Champions kembali memunculkan pertanyaan mengenai struktur klub.

Penggantinya, Ruben Amorim, juga kesulitan karena mewarisi skuad yang dianggap tidak sesuai dengan sistem taktiknya.

United mengakhiri musim 2024/25 di posisi ke-15 Premier League tanpa trofi, meski mencapai final Liga Europa.

Pergantian kepemilikan sebagian kepada Jim Ratcliffe dan keterlibatan INEOS dalam operasional sepak bola belum menyelesaikan persoalan tersebut.

Perekrutan pemain tetap dinilai tidak seimbang, sementara infrastruktur dan perencanaan jangka panjang menjadi perhatian pendukung.

Pada Januari 2026, Amorim dipecat setelah berselisih dengan manajemen mengenai kewenangan dan kebutuhan tim. Michael Carrick mengambil alih dan mengubah formasi menjadi 4-2-3-1.

Perubahan tersebut menghasilkan kebangkitan signifikan. United memenangkan 12 dari 17 pertandingan liga di bawah Carrick, finis ketiga dengan 71 poin, dan kembali lolos ke Liga Champions.

Bruno Fernandes mencatat 21 assist, rekor baru Premier League dalam satu musim menurut video tersebut.

Namun, momentum itu tidak bertahan lama. Setelah perekrutan pemain pada musim panas 2026, United kembali kesulitan, hanya mengumpulkan enam poin dari enam pertandingan liga pertamanya.

Kekalahan dari Atletico Madrid memicu kritik terbuka Lisandro Martinez terhadap manajemen dan direktur teknik karena dinilai tidak membangun skuad yang cukup kuat.

Kesimpulannya, persoalan Manchester United bukan semata-mata kualitas manajer atau pemain.

Utang, perekrutan yang tidak konsisten, lemahnya kesinambungan strategi, serta keputusan manajemen yang berulang kali berubah telah menciptakan lingkaran kegagalan.

Selama struktur tersebut tidak diperbaiki, pergantian pelatih dan belanja besar berisiko hanya menghasilkan kebangkitan sesaat sebelum klub kembali terjerumus dalam krisis.

Artikel Tag: manchester united, jose mourinho, sir alex ferguson

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/manchester-united-terpuruk-akibat-salah-urus-berkepanjangan
123
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini