Makin Matang, Cahya Supriadi Dipuji Pelatih PSIM Jogja

Kiper PSIM Jogja, Cahya Supriadi/foto dok PSIM Jogja
Berita Super League: Penampilan impresif Cahya Supriadi di bawah mistar gawang mendapat apresiasi khusus setelah sukses menjadi pahlawan bagi Laskar Mataram. Penjaga gawang muda ini tampil gemilang dan dinobatkan sebagai Man of The Match (MOTM) saat membantu PSIM Jogja menahan gempuran Persija Jakarta pada laga pekan lalu di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar.
Aksi paling krusial dari Cahya Supriadi terjadi saat ia berhasil menggagalkan tendangan penalti pemain lawan, Emaxwell Souza. Penyelamatan tersebut tidak hanya mengamankan poin bagi tim, tetapi juga membuktikan kualitasnya sebagai salah satu kiper berbakat di Super League musim 2025/2026. Atas performa gemilangnya, sang pemain mengaku sangat bersyukur.
“Bersyukur bisa menjadi MOTM dalam laga kemarin. Ini sebuah pencapaian yang baik untuk saya secara pribadi,” ujar Cahya Supriadi seperti dikutip dari laman resmi klub.
Pelatih PSIM Jogja, Jean-Paul Van Gastel memberikan pujian atas kontribusi anak asuhnya tersebut. Pelatih asal Belanda ini menilai bahwa potensi besar yang dimiliki sang kiper akan menjadi modal berharga bagi masa depannya di dunia sepak bola profesional.
“Saya puas dengan performa Cahya. Ia masih muda dan terpilih masuk ke tim nasional, sehingga masa depannya sangat cerah,” ujarnya.
"Hari ini, ia memainkan peran penting dengan menepis tendangan penalti. Secara keseluruhan, penampilannya sangat baik, dan saya puas dengan konsistensinya sepanjang musim ini," katanya.
Meski memberikan pujian, Van Gastel tetap mengingatkan agar pemainnya tidak cepat puas. Sebagai pemain muda yang berkompetisi di kasta tertinggi Super League musim 2025/2026, kesalahan merupakan bagian dari proses belajar yang tidak terhindarkan.
“Tentu saja, pemain muda pasti pernah melakukan kesalahan, dan mereka harus belajar dari hal tersebut. Ketika seorang penjaga gawang membuat kesalahan, hal itu biasanya berujung pada gol bagi lawan, tetapi ia harus belajar untuk menghadapinya, menjadikannya pelajaran, dan terus melangkah maju,” tegasnya.
Bagi manajemen PSIM Jogja, proses pendewasaan ini sangat penting. Pelatih kelahiran 28 April 1972 tersebut yakin Cahya Supriadi akan terus berkembang menjadi kiper yang lebih tangguh.
“Perlahan-lahan, ia menjadi lebih dewasa. Seperti yang saya katakan, membuat kesalahan adalah bagian dari proses untuk menjadi versi dirinya yang lebih baik,” pungkasnya.
Artikel Tag: super league
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/makin-matang-cahya-supriadi-dipuji-pelatih-psim-jogja

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini