Liverpool Diuntungkan di Masa Depan dengan Caranya di Bursa Transfer

Penulis: Akmal Saputra
Rabu 09 Sep 2020, 21:45 WIB
Pakar Keuangan dari Universitas Liverpool, Kieran Maguire/ Image:Liverpool.ac.uk

Kieran Maguire/ Image:Liverpool.ac.uk

Berita Liga Inggris: Pakar Keuangan dari Universitas Liverpool, Kieran Maguire menilai bahwa pendekatan atau cara Liverpool di bursa transfer akan sangat bermanfaat bagi tim ke depannya. Tim asuhan Jurgen Klopp tersebut bisa saja membelanjakan 40 sampai 50 juta Pound Sterling uangnya untuk mendatangkan pemain.

Juara Liga Premier musim 2019/2020 itu memang menjadi salah satu tim besar yang terbilang pasif di bursa transfer kali ini dan tahun lalu. Bahkan kali ini The Reds baru mendatangkan Kostas Tsimikas dari Olympiacos dengan mahar 11,75 juta Pound Sterling. Namun, setelah itu tidak ada nama lagi yang didaratkan ke Anfield.

Sementara Chelsea dan rival empat besar lainnya juga telah mengeluarkan uang. Tim yang bermarkas di Anfield tersebut sebenarnya terus dikaitkan dengan beberapa pemain seperti Thiago Alcantara, namun hingga saat ini tidak ada kejelasan.

Berbicara di podcast Blood Red untuk podcast keuangan dan transfer sepakbola yang dilansir dari Liverpool Echo, Kieran Maguire menjelaskan situasi saat ini di luar lapangan.

"Jika manajer ingin menghabiskan 40-50 juta Pound Sterling, mereka akan mendukungnya. Tetapi untuk menghabiskan jumlah itu jelas harus mendapatkan pemain yang akan memainkan lebih dari 30 pertandingan di Liga Premier musim depan," kata dia.

"Spurs belum menghabiskan banyak uang, Arsenal cukup tenang dan ada banyak klub lain yang juga cukup pendiam dan ia tidak sendirian dalam kehati-hatian mereka musim panas ini," sambung Kieran Maguire.

Di bawah kepemilikan Fenway Sports Group (FSG) investasi signifikan telah dibuat jauh melampaui angka-angka utama yang jelas dari biaya transfer, tetapi model keuangan mereka selalu membuat klub mandiri.

Pinjaman yang akan dilunasi mencapai 129 juta Pound Sterling dan angka ini pada 2017 silam adalah 183 juta Pound Sterling, sehingga telah berkurang 30 persen dalam tiga tahun dan 20 juta lainnya telah dilunasi atas pinjaman untuk pembangunan Stadion Utama.

Menurut Kieran Maguire, pendekatan itu juga akan berhasil dalam jangka panjang, bahkan jika Liverpool tidak menghabiskan lagi musim panas ini, itu berarti bahwa di masa mendatang mereka akan memiliki lebih banyak uang untuk dimainkan.

"Utang bersih telah berkurang setengahnya sejak 2017 - sebelumnya £179 juta dan sekarang turun menjadi £90 juta. Lebih sedikit utang berarti lebih sedikit bunga, jadi dalam jangka panjang, ada lebih banyak uang untuk diinvestasikan di pasar transfer," ujarnya.

"Pembayaran bunga sekitar empat atau lima juta pound setahun dan kurang dari satu persen dari pendapatan, yang merupakan biaya yang cukup bagus untuk diselesaikan," kata dia.

Ia menyebutkan bahwa dalam jangka panjang, semakin banyak uang yang dibayarkan kepada para bankir, semakin sedikit uang yang ada dalam anggaran pemain. Memiliki strategi seperti yang tampaknya dimiliki FSG adalah sesuatu yang bisa digunakan untuk keuntungan klub.

"Ini memungkinkan tim untuk mengejar ketertinggalannya dengan Manchester United satu dekade lalu. Tahun lalu, pendapatan Liverpool adalah 310 juta Pound Sterling dan United adalah 330 juta Pound Sterling, jadi tidak ada perbedaan besar," pungkasnya.

Artikel Tag: Liverpool, Liverpool FC, Transfer Musim Panas

2867  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini