Liam Rosenior Kesal Chelsea Biarkan Wrexham Memaksa Extra Time

Liam Rosenior minta Chelsea belajar mengontrol pertandingan. (Foto: Darren Walsh/Getty Images)
Berita Liga Inggris: Liam Rosenior mengakui Chelsea masih harus belajar mengelola pertandingan dengan lebih baik setelah kemenangan dramatis atas Wrexham di putaran kelima Piala FA. Ia merasa timnya seharusnya bisa menyelesaikan laga tanpa harus melalui perpanjangan waktu.
Chelsea akhirnya menang 4-2 atas Wrexham setelah extra time dalam pertandingan yang digelar di Racecourse Ground pada Ahad (8/3/2026) dini hari WIB. Namun laga tersebut berakhir imbang 2-2 di waktu normal meski tuan rumah bermain dengan sepuluh pemain.
Liam Rosenior melakukan sembilan perubahan pada susunan pemain dibandingkan tim yang sebelumnya menang 4-1 atas Aston Villa di Premier League pada tengah pekan. Rotasi besar itu membuat ritme permainan The Blues tidak sebaik biasanya.
Chelsea sebenarnya beberapa kali mampu mengendalikan jalannya pertandingan. Namun mereka tetap memberi kesempatan bagi Wrexham untuk kembali ke dalam permainan. Situasi tersebut membuat Rosenior merasa frustrasi karena timnya gagal mengontrol pertandingan dengan lebih baik.
“Kami memiliki kontrol dan kami harus menemukan cara untuk mengelola pertandingan dengan lebih baik,” kata Rosenior seusai pertandingan.
Ia juga menegaskan bahwa pertandingan piala sering kali berjalan dengan penuh emosi sehingga menjadi sangat sulit bagi tim besar. “Dalam pertandingan piala seperti ini, ketika permainan berjalan, Anda bisa merasakan emosi dari pertandingan itu. Ini adalah laga yang sangat sulit untuk dimainkan,” ujarnya.
Rosenior juga mengingatkan bahwa Chelsea bukan satu-satunya klub Premier League yang menghadapi kesulitan melawan tim dari divisi lebih rendah. “Kami bukan satu-satunya tim Premier League di putaran ini yang akan mengalami kesulitan menghadapi tim dari liga yang lebih rendah. Kami harus menemukan cara mengatasinya,” katanya.
Pelatih berusia 41 tahun tersebut juga menyinggung dampak rotasi pemain terhadap konsistensi tim. Ia menjelaskan bahwa perubahan besar dalam susunan pemain sering memengaruhi ritme permainan tim di lapangan.
“Ketika Anda melakukan perubahan, ada ritme dan konsistensi yang harus dibangun. Itu adalah risiko yang harus diambil oleh seorang manajer,” kata Liam Rosenior.
Namun ia menegaskan bahwa rotasi tetap diperlukan agar seluruh pemain mendapat kesempatan bermain. “Jika Anda tidak memberi pemain kesempatan untuk bermain, Anda tidak akan pernah membangun rasa tanggung jawab dalam jangka panjang,” ujarnya.
Rosenior juga mengakui dirinya masih terus mempelajari karakter skuad Chelsea sejak mengambil alih tim. “Saya masih belajar tentang kelompok pemain ini. Saya masih belajar tentang apa yang mampu mereka lakukan dan bagaimana mereka melihat permainan,” katanya.
Ia menilai performa timnya sejauh ini masih cukup positif. “Sejauh ini kami memainkan 15 pertandingan dengan sepuluh kemenangan, dua hasil imbang, dan tiga kekalahan. Itu bukan posisi yang buruk,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Wrexham Phil Parkinson merasa timnya pantas mendapatkan hasil yang lebih baik setelah memberikan perlawanan sengit kepada Chelsea. Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Parkinson mengatakan Wrexham setidaknya layak membawa pertandingan tersebut hingga adu penalti sebelum akhirnya tersingkir dari Piala FA.
Artikel Tag: chelsea, piala fa, liam rosenior, wrexham
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/liam-rosenior-kesal-chelsea-biarkan-wrexham-memaksa-extra-time
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini