Kevin Yakob Bangkit dari Dua Cedera ACL, Siap Bela Irak di Piala Dunia 2026

Rabu 17 Jun 2026, 10:30 WIB - 97 views
Kevin Yakob siap memimpin Irak setelah melewati dua cedera ACL yang berat

Kevin Yakob siap memimpin Irak setelah melewati dua cedera ACL yang berat. (Foto: Alfredo Lopez/Jam Media/Getty Images)

Ligaolahraga.com -

Berita Piala Dunia: Kevin Yakob menjadi salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026. Yakob, yang memilih membela Irak dibandingkan Swedia, berhasil mengatasi dua cedera ligamen lutut anterior (ACL) yang hampir mengakhiri kariernya. Kini, gelandang kreatif berusia 25 tahun itu bersiap membantu Irak saat kembali tampil di putaran final Piala Dunia setelah penantian selama empat dekade.

Irak memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 setelah menjalani perjalanan panjang yang menguras tenaga. Tim asuhan Graham Arnold mengakhiri kampanye kualifikasi yang berlangsung selama 21 pertandingan dengan mengalahkan Bolivia 2-1 pada laga play-off antarbenua di Monterrey, Meksiko. Kemenangan tersebut membuat Irak menjadi negara ke-48 sekaligus peserta terakhir yang lolos ke turnamen edisi kali ini.

Meski menjadi bagian dari skuad Piala Dunia, Kevin Yakob sebenarnya tidak banyak berkontribusi selama kualifikasi. Namanya baru masuk ke dalam tim nasional pada tahap akhir perjalanan Irak karena masih berjuang memulihkan kondisi fisik setelah mengalami dua cedera ACL serius. Cedera tersebut membuat kariernya sempat berada di persimpangan jalan dan memunculkan keraguan apakah ia bisa kembali bermain di level tertinggi.

Perjalanan sulit itu bermula pada masa awal karier profesionalnya bersama BK Hacken di Swedia. Saat masih berusia 19 tahun, Yakob mengalami cedera ACL pertama yang membuatnya harus menepi dalam waktu lama. Setelah berhasil pulih dan mulai menemukan performa terbaiknya, nasib buruk kembali menghampiri ketika ia mengalami cedera serupa saat menjalani debut bersama tim nasional Irak pada Juni 2023.

Laga persahabatan melawan Kolombia yang seharusnya menjadi momen spesial justru berubah menjadi mimpi buruk. Yakob hanya bertahan 23 menit di lapangan sebelum mengalami cedera lutut yang parah. Cedera kedua itu bahkan lebih berat dibandingkan yang pertama karena memaksanya menjalani tiga operasi terpisah dan membuatnya absen lebih dari dua tahun dari dunia sepak bola kompetitif.

"Itu sangat berat. Saya mengalami banyak kemunduran. Awalnya ligamen lutut, kemudian jaringan parut, lalu ada tulang rawan yang harus diangkat," kata Yakob kepada Fotbollskanalen.se saat mengenang masa-masa sulit dalam proses pemulihannya. Masa rehabilitasi yang panjang membuatnya harus berjuang tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara mental untuk mempertahankan keyakinan bahwa kariernya belum berakhir.

Di tengah masa sulit tersebut, Kevin Yakob mengaku banyak bersandar pada keyakinannya kepada Tuhan. Ia percaya setiap peristiwa yang dialaminya merupakan bagian dari rencana yang lebih besar. "Kadang Anda beruntung, kadang tidak. Saya merasa semuanya adalah bagian dari rencana Tuhan. Saya bekerja keras setiap hari dan percaya jalan yang sudah ditentukan untuk saya," ujarnya.

Perjuangan panjang itu akhirnya membuahkan hasil. Pada musim pertamanya setelah pulih, Yakob membantu AGF Aarhus meraih gelar juara Liga Denmark pertama mereka dalam 40 tahun. Ia juga mencetak gol terbaik musim ini di Liga Denmark. Melihat perjalanan tersebut, Yakob mengaku sempat tidak yakin apakah dirinya masih akan bermain sepak bola lagi setelah melewati masa-masa tergelap dalam kariernya.

Selain kisah comeback yang mengesankan, keputusan Yakob membela Irak juga menarik perhatian. Lahir di Gothenburg, Swedia, ia sempat memperkuat tim nasional kelompok umur Swedia. Namun, pemain berdarah Asyur itu akhirnya memilih Irak, negara asal keluarganya yang berasal dari wilayah Nineveh dan Mosul. Menurut Yakob, keputusan tersebut dipengaruhi oleh kecintaannya terhadap akar budaya keluarga dan dukungan besar yang diberikan para pendukung Irak.

"Saya lahir di Swedia, tetapi orang tua saya selalu mengajarkan tentang akar Irak saya. Sepak bola mampu menyatukan berbagai budaya dan latar belakang, dan mewakili Irak adalah sesuatu yang sangat berarti bagi saya," kata Kevin Yakob. Ia berharap bisa membalas dukungan tersebut dengan membantu negaranya bersaing di panggung terbesar sepak bola dunia.

Irak memulai perjuangan di Grup I dengan menghadapi Norwegia di Stadion Boston, Rabu (17/6/2026) dini hari WIB. Setelah itu, Irak dijadwalkan bertemu Prancis di Stadion Philadelphia pada Selasa (23/6/2026) dini hari WIB sebelum menutup fase grup melawan Senegal di Stadion Toronto pada Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB. Bagi Yakob, laga-laga tersebut menjadi kesempatan untuk menuntaskan perjalanan luar biasa yang sempat terasa mustahil beberapa tahun lalu.

Artikel Tag: irak, piala dunia 2026

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/kevin-yakob-bangkit-dari-dua-cedera-acl-siap-bela-irak-di-piala-dunia-2026
97
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini