Kebangkitan Mainz 05 di Bawah Kendali Urs Fischer

Kebangkitan Mainz 05 di Bawah Kendali Urs Fischer - sumber: (getfootballnewsgermany)
Berita Bundesliga: Mainz Jadi Pusat Perhatian di Bawah Komando Urs Fischer
Desember 2025 menjadi bulan bersejarah bagi Mainz ketika mereka memutuskan berpisah dengan pelatih kepala yang cukup populer, Bo Henriksen, setelah tim hanya mencatatkan satu kemenangan dalam 12 pertandingan pembuka Bundesliga musim 2025/26. Posisi Mainz yang terpuruk di dasar klasemen membuat manajer tim kedua, Benjamin Hoffman, ditunjuk sementara untuk menghadapi Borussia Mönchengladbach. Sayangnya, hasil laga tersebut ditentukan oleh gol bunuh diri yang kurang beruntung dari bek Danny da Costa, membuat Mainz terpaut enam poin dari zona aman setelah menjalani 13 pertandingan.
Melompat ke bulan Februari 2026, di bawah kendali mantan bos Union Berlin, Urs Fischer, Mainz menunjukkan wajah yang sangat berbeda. Di bawah arahan Fischer, Mainz hanya menelan satu kekalahan dalam sembilan laga di semua kompetisi. Hasil ini membawa mereka ke posisi 16, hanya terpaut satu poin dari Werder Bremen, Wolfsburg, dan Hamburg. Fischer berhasil memberikan tim tersebut semangat baru dan memperbesar peluang mereka untuk bertahan di Bundesliga.
Usai diangkat di tengah musim, Fischer segera dihadapkan dengan berbagai tantangan, dimulai dari lawatan tricky ke Lech Poznań pada pertandingan kedua terakhir fase liga UEFA Conference League. Meski sempat unggul, mereka hampir pulang dengan tangan hampa setelah Nikolas Veratschnig diusir dari lapangan.
Selanjutnya, Mainz harus menghadapi Bayern Munich yang belum terkalahkan dalam laga yang menjadi ujian berat bagi Fischer. Menariknya, Mainz mampu memberi kejutan dengan memimpin 2-1 hingga penalti kontroversial dari Harry Kane di menit-menit akhir menyelamatkan Bayern. Di pertandingan ini, Mainz menggunakan formasi defensif 5-4-1 yang kemudian diterapkan kembali ketika menghadapi St. Pauli. Setelah hasil imbang tanpa gol melawan St. Pauli, libur musim dingin memberikan Fischer waktu untuk lebih mengasah skuad barunya.
Pada saat liga kembali bergulir di bulan Januari, Fischer kembali ke formasi 3-5-2 yang pernah sukses dipakai di Union pada musim 22/23. Perubahan taktik ini memungkinkan beberapa pemain Mainz untuk bersinar, khususnya Nadiem Amiri dan Jae-Sung Lee, yang bermain bebas dan mampu menunjukkan performa ciamik.
Fischer juga mengoptimalkan umpan silang dan situasi bola mati sejak memegang kendali. Di laga imbang melawan Bayern, gol penyama Mainz diawali dari tendangan bebas sempurna William Bøving yang dituntaskan dengan sundulan Kacper Potulski. Saat menghadapi Wolfsburg di kandang, tiga gol tercipta dari situasi sepak pojok, menunjukkan ketangguhan Mainz dalam memanfaatkan momen krusial.
Dengan momentum yang terus menanjak, pekan-pekan ke depan akan menjadi indikator sejauh mana kebangkitan Mainz dapat mengantar mereka. Deretan pertandingan melawan tim-tim papan bawah seperti Augsburg, Hamburg, dan Werder Bremen menjadi penentu dalam pertarungan menghindari degradasi. Laga-laga ini adalah ‘enam poin’ krusial yang bisa menentukan nasib musim ini, dan bagi Mainz, ini menjadi kesempatan untuk keluar dari tiga terbawah untuk pertama kalinya sejak pekan kelima.
Yang jelas, Fischer telah mengubah wajah tim yang sebelumnya diprediksi akan mengakhiri kebersamaan 17 tahun di Bundesliga. Kini, mereka tidak hanya optimis untuk bertahan, tetapi bisa saja diam-diam menargetkan trofi di ajang Conference League.
Artikel Tag: bayern munich, mainz 05, urs fischer
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/kebangkitan-mainz-05-di-bawah-kendali-urs-fischer
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini