John Herdman Siapkan Filosofi ADD+A untuk Bawa Timnas Indonesia Naik Level

Penulis: Abdi Ardiansyah
Minggu 18 Okt 2026, 22:30 WIB - 143 views
John Herdman

John Herdman

Ligaolahraga.com -

Berita Timnas - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman mengungkap filosofi permainan yang ingin diterapkannya untuk membawa skuad Garuda bersaing dengan kekuatan besar Asia seperti Jepang dan Korea Selatan. Ia mengusung prinsip ADD+A yang menekankan permainan agresif, dinamis, langsung ke depan, serta kemampuan beradaptasi dengan lawan dan situasi pertandingan.

John Herdman ingin membawa Timnas Indonesia meninggalkan gaya bermain yang terlalu bertahan dan mengandalkan serangan balik. Pelatih asal Inggris itu berupaya membangun identitas permainan yang lebih proaktif agar skuad Garuda mampu bersaing di level internasional.

Dalam wawancara dengan Kompas.com, Herdman menjelaskan bahwa filosofi kepelatihannya berangkat dari tiga konsep, yakni whoness, howness, dan whatness. Ketiganya berkaitan dengan pemahaman terhadap pemain, model permainan, serta pengaturan taktik dan kondisi fisik.

"Whoness adalah memahami orang-orang yang kita hadapi. Whatness adalah memahami model permainan dan keterampilan teknisnya. Sementara itu, howness adalah periodisasi taktik dan periodisasi fisik," ujar Herdman.

Menurutnya, seorang pelatih harus mampu menemukan keseimbangan di antara ketiga aspek tersebut sebelum menentukan pendekatan permainan yang sesuai dengan kemampuan tim.

Dari dasar itu, Herdman merumuskan prinsip ADD+A, yaitu agresif, dinamis, direct atau bermain langsung ke depan, serta adaptif. Huruf A tambahan menekankan pentingnya menyesuaikan pendekatan taktik berdasarkan lawan dan perkembangan pertandingan.

Herdman juga memiliki pandangan berbeda mengenai permainan bertahan. Baginya, tim tetap harus mengambil inisiatif dan berusaha menekan lawan, termasuk ketika sedang tidak menguasai bola.

"Kita ingin menanamkan pola pikir proaktif kepada para pemain. Bahkan ketika tidak menguasai bola, kita tetap menyerang, baik dengan bola maupun tanpa bola," katanya.

Namun penerapan filosofi tersebut masih menghadapi tantangan. Herdman bersama kepala bagian performa, Dr. Cesar Meylan, sedang menganalisis data pertandingan untuk mencari penyebab intensitas permainan Timnas Indonesia cenderung menurun sekitar menit ke-25.

John Herdman menegaskan bahwa permainan proaktif bukan berarti meniru gaya tiki-taka Spanyol. Para pemain yang berkembang di Belanda dan Indonesia memiliki latar belakang pembinaan berbeda sehingga pendekatan yang diterapkan harus sesuai dengan karakter mereka.

Ia juga menyadari adanya kesenjangan kualitas ketika Indonesia menghadapi tim seperti Jepang. Herdman menyebut nilai pemain Jepang mencapai sekitar 300 juta dolar AS, sedangkan Indonesia sekitar 30 juta dolar AS, berdasarkan perkiraannya.

Karena itu, ia ingin Timnas Indonesia memiliki pendekatan yang lebih variatif saat menghadapi lawan yang lebih kuat, bukan sekadar bertahan di dekat kotak penalti sendiri selama 90 menit dan berharap mencetak gol dari bola mati.

John Herdman menilai identitas permainan harus tetap memiliki prinsip yang jelas, tetapi penerapannya dapat berubah sesuai kekuatan lawan dan kondisi pertandingan. Dengan pendekatan tersebut, ia berharap Timnas Indonesia bisa lebih berani mengambil inisiatif sekaligus menemukan cara untuk mengatasi kesenjangan kualitas saat berhadapan dengan tim-tim elite Asia.

Artikel Tag: timnas indonesia, jepang, korea selatan, john herdman

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/john-herdman-siapkan-filosofi-adda-untuk-bawa-timnas-indonesia-naik-level
143
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini