Incar Hajime Moriyasu, Malaysia Diminta Fokus Benahi Pembinaan Pemain Dulu

Hajime Moriyasu tengah jadi pelatih incaran Timnas Malaysia.
Berita Timnas - Rencana Timnas Malaysia merekrut Hajime Moriyasu mendapat tanggapan kritis dari Tom Byer, sosok yang dikenal lewat kiprahnya dalam pengembangan pemain muda di Jepang. Ia menilai pergantian pelatih bisa membantu meningkatkan hasil dalam sebuah turnamen, tetapi pembinaan pemain muda tetap menjadi kunci untuk membangun kekuatan tim nasional dalam jangka panjang.
Hajime Moriyasu saat ini masih menangani Timnas Jepang. Kontraknya bersama federasi sepak bola Jepang (JFA) disebut akan berakhir setelah Piala Asia 2027. Situasi itu membuat namanya mulai dikaitkan dengan sejumlah kemungkinan, termasuk peluang menangani Malaysia.
Tom Byer mantan pesepak bola profesional yang kini fokus pada pengembangan pemain muda di Jepang, mengakui bahwa pelatih berkualitas bisa membantu sebuah negara meraih hasil lebih baik. Namun menurutnya, keberhasilan sepak bola tidak seharusnya hanya bergantung pada sosok yang duduk di kursi pelatih.
Ia menilai Malaysia, Indonesia, dan negara-negara lain di Asia Tenggara perlu membangun sistem pembinaan pemain muda yang konsisten. Dengan begitu, negara-negara tersebut bisa menghasilkan pemain berkualitas secara berkelanjutan, bukan sekadar mengejar hasil dalam waktu singkat.
“Ketika Malaysia, Indonesia, dan negara-negara lain akhirnya menyadari bahwa mengganti pelatih tim nasional mungkin mengubah hasil turnamen, tetapi menerapkan strategi pengembangan pemain muda yang sungguh-sungguh dapat mengubah seluruh generasi pemain, mereka akan berada di jalur yang benar,” kata Byer, dikutip dari NST.
Selain soal pembinaan, Byer juga menyoroti tantangan komunikasi dan perbedaan budaya jika Malaysia mendatangkan Moriyasu. Pelatih asal Jepang itu kemungkinan membutuhkan penerjemah untuk menyampaikan instruksi kepada pemain dan staf lokal.
Menurut Byer, mengandalkan pelatih asing dan penerjemah tanpa memahami kebutuhan mendasar sepak bola berisiko membuat federasi salah menentukan prioritas.
“Percaya bahwa masalahnya hanyalah kepelatihan, dan bahwa mendatangkan pelatih Jepang untuk bekerja dengan pemain lokal serta pemain yang memiliki latar belakang budaya Jepang melalui banyak penerjemah adalah solusinya, menunjukkan kesalahpahaman mendasar tentang apa yang dibutuhkan untuk mencapai performa tinggi dalam sepak bola,” tuturnya.
Jika Hajime Moriyasu benar-benar bergabung, pengalamannya bersama Jepang tentu menjadi salah satu hal yang menarik perhatian. Pelatih tersebut juga punya catatan positif saat menghadapi Timnas Indonesia. Dari tiga pertemuan, Timnas Jepang asuhannya selalu meraih kemenangan atas skuad Garuda.
Meski demikian, pesan Byer menegaskan bahwa peningkatan prestasi Malaysia membutuhkan lebih dari sekadar pergantian pelatih. Sistem pembinaan, kualitas pemain, dan rencana jangka panjang tetap menjadi bagian penting untuk membangun tim nasional yang kompetitif.
Artikel Tag: malaysia, jepang, hajime moriyasu
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/incar-hajime-moriyasu-malaysia-diminta-fokus-benahi-pembinaan-pemain-dulu























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini