Fans Strasbourg Murka, Kepindahan Liam Rosenior ke Chelsea Dikecam Keras

Liam Rosenior meninggalkan Strasbourg untuk melatih Chelsea. (Foto: Romeo Boetzle/AFP via Getty Images)
Berita Liga Prancis: Federasi Suporter Strasbourg melancarkan kritik keras terhadap kepindahan Liam Rosenior ke Premier League, dengan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk terbaru dari “ketundukan memalukan Racing kepada Chelsea”.
Liam Rosenior, yang ditunjuk sebagai pelatih kepala Strasbourg pada Juli 2024, resmi bergabung dengan Chelsea pada Selasa (6/1/2026) kemarin. Ia menandatangani kontrak berdurasi lima setengah tahun di Stamford Bridge untuk menggantikan Enzo Maresca.
Proses kepindahan Rosenior dinilai berjalan mulus karena Chelsea dan Strasbourg berada di bawah kepemilikan yang sama, yakni grup investasi BlueCo. Presiden Strasbourg Marc Keller dan direktur olahraga David Weir bahkan dikabarkan terbang ke London bersama Rosenior untuk menuntaskan kepindahan tersebut.
Namun, langkah ini justru memicu kemarahan besar dari para pendukung Strasbourg. Mereka sejak lama menentang model kepemilikan multi-klub yang diterapkan BlueCo. Pada laga imbang melawan Nice akhir pekan lalu, yang menjadi pertandingan terakhir Rosenior bersama Strasbourg, para suporter tamu melakukan aksi protes diam selama lima menit.
Dalam aksi tersebut, sejumlah pendukung membawa poster bertuliskan “BlueCo Out” serta spanduk bertuliskan “non à la multipropriété” atau “tidak untuk kepemilikan multi-klub”.
Kini, Fédération Supporters RCS (FSRCS) secara resmi menyuarakan penolakan mereka terhadap kepindahan Rosenior, yang dinilai sebagai langkah mundur, bukan hanya bagi Strasbourg, tetapi juga bagi sepak bola Prancis secara keseluruhan.
“Kepindahan Liam Rosenior menandai langkah memalukan lainnya dalam ketundukan Racing kepada Chelsea,” bunyi pernyataan resmi FSRCS. “Selama dua setengah tahun, bersama pihak lain, kami telah mencoba membunyikan alarm mengenai kepemilikan BlueCo ini,” lanjut pernyataan tersebut.
Menurut FSRCS, masalah yang muncul tidak sekadar berdampak pada sisi olahraga dalam jangka pendek atau ambisi seorang pelatih muda. “Masalahnya bersifat struktural. Masa depan klub-klub sepak bola Prancis sedang dipertaruhkan,” tegas mereka.
Kritik suporter tidak berhenti di situ. FSRCS juga meluapkan kekecewaan mereka kepada presiden klub, Marc Keller, mantan pemain West Ham United dan Blackburn Rovers yang memimpin konsorsium penjualan Strasbourg kepada BlueCo pada 2023.
“Setiap manuver tambahan dari Marc Keller, setiap menit ekstra yang ia habiskan di pucuk pimpinan klub, adalah penghinaan terhadap kerja luar biasa yang telah dilakukan sebelum 2023,” tulis FSRCS.
Pernyataan itu juga menyinggung keputusan yang sebelumnya dianggap kontroversial, namun kini dinilai semakin relevan. “Apa yang oleh banyak orang dianggap sebagai langkah keterlaluan pada September lalu, kini terlihat semakin masuk akal: dia harus pergi. Sekarang,” lanjut mereka.
FSRCS menegaskan bahwa perjuangan mereka belum akan berhenti. “FSRCS akan berkoordinasi erat dengan tiga asosiasi lain yang secara aktif melawan kepemilikan multi-klub, serta semua pihak yang memiliki kepedulian, untuk menentukan langkah selanjutnya,” tutup pernyataan tersebut.
Kecaman keras ini menambah sorotan terhadap model kepemilikan multi-klub di Eropa, yang kini semakin dipertanyakan dampaknya terhadap identitas, kemandirian, dan masa depan klub-klub tradisional seperti Strasbourg.
Artikel Tag: Liam Rosenior, Strasbourg, Chelsea
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/fans-strasbourg-murka-kepindahan-liam-rosenior-ke-chelsea-dikecam-keras


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini