Ellyes Skhiri Minta Maaf Usai Tunisia Babak Belur di Piala Dunia 2026

Ellyes Skhiri akui Tunisia belum memiliki level untuk bersaing di Piala Dunia. (Foto: David Ramos/Getty Images)
Berita Piala Dunia: Kapten Tunisia, Ellyes Skhiri, menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung setelah kekalahan 0-4 dari Jepang pada Ahad (21/6/2026) siang WIB di Estadio Monterrey Guadalupe, Meksiko. Hasil tersebut memastikan Tunisia tersingkir dari Piala Dunia 2026 setelah sebelumnya juga menelan kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F.
Perjalanan Tunisia di turnamen ini jauh dari harapan. Kekalahan dari Swedia membuat Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) memecat Sabri Lamouchi dan menunjuk Herve Renard sebagai pelatih baru. Namun perubahan tersebut belum mampu memperbaiki performa tim yang kembali tampil mengecewakan saat menghadapi Jepang.
Jepang tampil dominan sejak awal pertandingan. Daichi Kamada membuka keunggulan melalui penyelesaian umpan Keito Nakamura, sebelum Ayase Ueda menggandakan skor. Junya Ito kemudian menambah gol ketiga dan Ueda mencetak gol keduanya untuk menutup kemenangan meyakinkan Samurai Biru.
Dalam wawancara dengan FIFA.com seusai pertandingan, Ellyes Skhiri mengakui Tunisia harus jujur melihat kenyataan yang terjadi. Menurut gelandang Eintracht Frankfurt itu, performa tim dalam dua pertandingan menunjukkan bahwa mereka belum memiliki kualitas yang dibutuhkan untuk bersaing di panggung sebesar Piala Dunia.
Skhiri mengatakan, "Kami harus jujur kepada diri sendiri. Jika melihat penampilan kami dalam dua pertandingan terakhir, kenyataannya sederhana, kami belum memiliki level yang dibutuhkan untuk turnamen ini saat ini. Itulah kenyataannya dan saya benar-benar meminta maaf kepada rakyat Tunisia."
Pemain berusia 31 tahun tersebut menegaskan bahwa permintaan maaf saja tidak cukup untuk memperbaiki keadaan. Ia memahami kekecewaan yang dirasakan para pendukung dan menilai satu-satunya cara membalas kepercayaan mereka adalah dengan menunjukkan perkembangan nyata di lapangan.
Melanjutkan pernyataannya, Skhiri berkata, "Kami meminta maaf kepada para pendukung. Kami sangat menyesal dan sangat kecewa. Kami memahami bahwa mereka tidak senang dan permintaan maaf saja tidak cukup. Kami harus bekerja, berkembang, dan membuktikannya di lapangan."
Tunisia kebobolan sembilan gol hanya dalam dua pertandingan di fase grup. Statistik tersebut menjadi salah satu penyebab utama kegagalan mereka bertahan di turnamen. Ellyes Skhiri mengakui timnya melakukan terlalu banyak kesalahan individu yang tidak bisa ditoleransi di level kompetisi tertinggi.
Menurut Skhiri, masalah Tunisia bukan terletak pada kurangnya usaha atau semangat bertanding. Ia menilai para pemain sudah bekerja keras, tetapi kualitas permainan yang ditampilkan masih berada di bawah standar yang diperlukan untuk menghadapi lawan-lawan kuat di Piala Dunia.
Membahas kekalahan dari Jepang, Skhiri mengatakan, "Di level seperti ini Anda tidak boleh melakukan kesalahan seperti itu. Masalah kami bukan kurangnya usaha. Kami hanya belum memiliki level yang dibutuhkan saat ini. Jepang jauh lebih baik daripada kami dan mereka pantas mendapatkan pujian."
Skhiri juga kembali meminta maaf kepada para pendukung sambil mengakui adanya perbedaan kualitas yang cukup besar antara Tunisia dan Jepang. Ia menegaskan tim harus menerima kenyataan tersebut sebagai bagian dari proses untuk menjadi lebih baik di masa depan.
Tunisia kini dipastikan gagal lolos ke babak gugur setelah tidak meraih poin dari dua pertandingan pertama. Laga terakhir melawan Belanda pada Jumat (26/6/2026) pagi WIB akan menjadi kesempatan terakhir bagi The Eagle of Carthage untuk mengakhiri turnamen dengan hasil positif dan menghindari pulang tanpa poin.
Artikel Tag: jepang, piala dunia, tunisia, piala dunia 2026, ellyes skhiri
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/ellyes-skhiri-minta-maaf-usai-tunisia-babak-belur-di-piala-dunia-2026























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini