Dari Trofi Hingga Luka Lama, Aymeric Laporte Buka Kisah Kariernya di City

Aymeric Laporte. (Foto: Cesar Ortiz Gonzalez/Soccrates/Getty Images)
Berita Sepak Bola: Mantan bek Manchester City, Aymeric Laporte, mengakui bahwa ia memiliki perjalanan karier luar biasa selama kebersamaannya dengan The Cityzens.
Pemain internasional Spanyol itu menghabiskan lima setengah tahun di Manchester City, memenangkan beberapa gelar Premier League, piala domestik, dan Liga Champions sebelum pindah ke klub Arab Saudi, Al Nassr, pada tahun 2023.
Berbicara kepada The Athletic, Aymeric Laporte mengakui bahwa ia masih merindukan kelompok pemain yang mendominasi sepak bola Inggris di bawah arahan Pep Guardiola.
"Nostalgia," kata Laporte ketika ditanya bagaimana ia mengenang kariernya di City.
"Sangat, sangat nostalgia. Ketika saya melihat para pemain pindah ke tim lain dan bersama orang lain dan mereka tidak meraih kesuksesan yang sama, saya merasa sedih."
Pria berusia 32 tahun itu juga mengakui kepergiannya sangat sulit karena ia tidak pernah memiliki kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal dengan layak kepada para penggemar The Cityzens.
"Saya bahkan tidak mengucapkan selamat tinggal. Hidup memang seperti ini. Apa yang ingin Anda lakukan? Tidak melakukan apa-apa."
Aymeric Laporte juga mengungkap awal mula keputusannya untuk bergabung dengan Man City. Ia menjelaskan bahwa percakapan dengan Pep Guardiola memainkan peran penting dalam kepindahannya ke Manchester.
"Saat masih di Bayern Munich, dia berbicara kepada saya dan berkata, 'Ayo, Anda akan menjadi pemain saya bersama John Stones'," ujar Laporte.
"Saya berkata, 'Ayo, ini gaya saya, ini yang saya inginkan'."
Bek tersebut juga berbicara dengan penuh pujian tentang kualitas skuad yang ia ikuti pada tahun 2018.
"Anda punya David Silva, yang masih bisa berputar meskipun dikelilingi enam orang," ujarnya melanjutkan.
"Anda punya Kevin De Bruyne, setiap umpannya adalah gol. Kun Aguero, setiap tembakannya adalah gol."
Meskipun memenangkan hampir semua gelar yang tersedia, Laporte mengakui beberapa kekalahan di Liga Champions masih terus menghantuinya.
Dia menyebut kekalahan di perempat final Liga Champions saat menghadapi Tottenham Hotspur pada tahun 2019 dan kekalahan dramatis di semifinal melawan Real Madrid pada tahun 2022 sebagai momen paling menyakitkan dalam kariernya.
"Saat melawan Tottenham, itu adalah yang terburuk dalam hidup saya."
"Kedua pertandingan ini traumatis. Setiap tahun kami berada dalam situasi yang sama. Kami bisa saja memenangkan lima Liga Champions."
Aymeric Laporte juga mengisyaratkan bahwa hubungannya dengan Guardiola berubah setelah masalah cedera mengurangi perannya dalam skuad.
"Saya diremehkan di tim dan oleh manajer. Saya selalu kompetitif dan saya tidak pernah ingin duduk di bangku cadangan."
Kini ia kembali ke Athletic Club dan bersiap untuk tampil di Piala Dunia 2026 bersama Spanyol, Laporte mengatakan bahwa ia tetap bersyukur atas tahun-tahunnya di City, meskipun beberapa kenangan masih menyakitkan.
Artikel Tag: manchester city, aymeric laporte
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/dari-trofi-hingga-luka-lama-aymeric-laporte-buka-kisah-kariernya-di-city

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini