Cerita Pengalaman di Milan? Sergio Conceicao: Itu Momen Yang Rumit

Sergio Conceicao
Berita Liga Italia: Sergio Conceicao buka-bukaan soal masa sulitnya selama menangani AC Milan. Mantan pelatih Porto tersebut menyebut jika itu momen yang rumit.
Sergio Conceicao datang ke San Siro di tengah musim 2024-25, menggantikan Paulo Fonseca yang tidak bertahan lebih dari 30 pertandingan. Ia sempat memenangkan Supercoppa Italiana di laga keduanya sebagai pelatih.
Namun kekalahan di Final Coppa Italia dari Bologna pada Mei 2025 menjadi titik akhir jabatannya. Rossoneri pun tetap finis di posisi ke-8 klasemen musim itu, membuat dia akhirnya angkat kaki dari Milan.
Conceicao akhirnya berbicara lebih gamblang soal 6 bulan penuh gejolak yang ia jalani sebagai pelatih AC Milan musim lalu. Dalam wawancara bersama Repubblica, dia menyebut pengalamannya itu sebagai salah satu yang paling rumit.
"Tidak mudah menjadi pelatih AC Milan. Ini adalah tim yang secara historis terbiasa bermain di level tertinggi dan memenangkan Final Liga Champions. Pada saat yang sama, itu adalah momen yang rumit.” ujar Conceicao.
“Saya banyak menang di Porto, tapi berbeda, saya punya presiden yang menjabat selama beberapa dekade. Klub itu terstruktur dan terorganisir dengan baik.”
“Transisi ini tidak mudah. Di Milan, setelah kemenangan Supercoppa, hasil imbang melawan Cagliari sudah cukup untuk membuat rumor soal siapa yang akan menggantikan saya mulai beredar. Dan tidak ada yang membantunya."
"Saya sudah berada di ruang ganti selama 25 tahun, dan saya tahu ketidakstabilan lingkungan juga sampai ke sana. Tidak mudah untuk bermain dengan para penggemar yang meninggalkan tribun.
Artikel Tag: serie a, ac milan, sergio conceicao
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/cerita-pengalaman-di-milan-sergio-conceicao-itu-momen-yang-rumit

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini