Calvin Bassey Akui Kariernya Hampir Gagal di Ajax

Calvin Bassey merasa terlalu cepat tinggalkan Ajax. (Foto: Andrew Kearns - CameraSport via Getty Images)
Calvin Bassey akhirnya buka suara soal masa sulit yang pernah dialaminya di Ajax sebelum bangkit bersama Fulham. Bek asal Nigeria itu merasa dirinya sebenarnya membutuhkan satu musim tambahan di Belanda agar benar-benar bisa memahami tuntutan permainan Ajax dan berkembang lebih maksimal.
Calvin Bassey bergabung dengan Ajax dari Rangers pada 2022 dengan nilai transfer sekitar 23 juta euro. Saat itu ia didatangkan untuk menggantikan Lisandro Martinez yang hengkang ke Manchester United setelah menjadi salah satu pemain paling penting di klub asal Amsterdam tersebut.
Namun, perjalanan Bassey di Ajax tidak berjalan sesuai harapan. Ia kerap mendapat kritik sepanjang musim dan beberapa kesalahan kecilnya sering menjadi sorotan media maupun suporter. Setelah hanya satu musim, ia akhirnya pindah ke Fulham dan perlahan menemukan kembali performa terbaiknya.
Kini bersama Fulham, Bassey berkembang menjadi salah satu pemain penting dalam tim Marco Silva. Bek berusia 26 tahun itu mengaku pengalaman di Ajax sebenarnya sangat membantu perkembangan pemahamannya terhadap permainan modern.
Dalam wawancara di program Kick ‘t Met yang dikutip Ajax Showtime, Calvin Bassey menjelaskan kesulitan terbesar yang ia alami saat bermain di Ajax berasal dari aspek taktik dan pengambilan keputusan di lapangan.
“Masalahnya ada di sisi taktik, memahami posisi yang harus diambil dan mengetahui ke mana umpan berikutnya harus diarahkan,” ujar Bassey.
“Di Ajax, bek sayap bermain seperti gelandang nomor enam saat menguasai bola. Jika sentuhan pertama saya mengarah ke luar, jalur umpan langsung tertutup karena full-back di Ajax sering bergerak ke dalam.“
Bassey juga merasa gaya bermain Premier League jauh lebih cocok untuk dirinya. Ia menyebut pengalaman bermain di Inggris membuat proses adaptasinya bersama Fulham berjalan lebih mudah dibanding saat berada di Belanda.
Menurut Bassey, para pemain muda yang datang ke Ajax sebenarnya membutuhkan waktu lebih panjang untuk memahami sistem permainan klub. Namun, tekanan besar membuat proses adaptasi itu tidak berjalan maksimal.
“Ketika masih muda, saya mungkin membutuhkan satu musim lagi untuk benar-benar beradaptasi. Sama seperti saat saya datang ke Inggris, saya juga perlu waktu sebelum akhirnya bermain lebih banyak dan berkembang,” katanya.
Bassey menegaskan pengalaman buruk di Ajax justru membantunya memahami sepak bola dengan lebih baik. Ia percaya kesalahan adalah bagian penting dari proses berkembang sebagai pemain profesional.
“Satu-satunya cara mengetahui bahwa Anda melakukan kesalahan adalah dengan mengalaminya sendiri. Tetapi semuanya juga soal mentalitas. Anda harus berani membuat kesalahan agar bisa berkembang,” tutup Bassey.
Artikel Tag: ajax, fulham, calvin bassey
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/calvin-bassey-akui-kariernya-hampir-gagal-di-ajax

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini