Bobotoh Persib Kecewa Kompetisi Ditunda, Tapi Pilkada Jalan Terus

Penulis: M. Aldi
Jumat 02 Okt 2020, 16:30 WIB
Bobotoh Persib kecewa kompetisi ditunda untuk dilanjutkan

Bobotoh Persib ketika membuat koreografi di tribun stadion Gelora Bandung Lautan Api

Berita Liga 1 Indonesia: Bobotoh Persib menyayangkan ada keputusan kompetisi lanjutan Liga 1 2020 ditunda. Alasan situasi pandemi yang masih belum terkendali di Indonesia menjadi landasan pengambilan keputusan ini.

Pihak Kepolisian sudah memastikan tidak akan memberi izin pertandingan, lantaran dikhawatirkan menjadi klaster baru. Namun di sisi lain, gelaran Pilkada masih dibolehkan dan resiko penyebaran virus malah lebih besar.

Hal itulah yang membuat tokoh Bobotoh, Yana Umar kecewa. Karena protokol kesehatan yang ketat juga diterapkan pada laga sepakbola. Seluruh pertandingan dipastikan dimainkan tanpa penonton. Selain itu itu setiap klub juga diwajibkan untuk rutin melakukan swab test setiap 14 hari.

"Ya sangat disayangkan ya, penundaan ini. Padahal kan udah jelas ga ada penonton, protokol kesehatan diterapkan. Cuma yang menjadi kendalanya itu pandemi, yang semakin tinggi di Indonesia. Sebetulnya bukan alasan juga untuk menghentikan kompetisi," kata Yana Umar ketika diwawancara.

Mantan dirigen Viking Persib Club (VPC) tersebut mengatakan bahwa potensi penyebaran virus covid-19 justru lebih besar terjadi di Pilkada. Termasuk ketika kampanye, banyak event yang melibatkan banyak orang dan mereka berkumpul.

"Iya kan masa pilkada aja tidak dihentikan. Jelas kan kalau pilkada bersentuhan langsung dengan masyarakat, tapi kalau kompetisi kan kita menonton di TV yang ada tatap muka sama televisi dan tidak mengundang keramaian," lanjut Yana Umar.

Sedangkan suporter Persib serta tim lain menurut dia sudah paham dengan peraturan yang ada. Jadi mereka tidak memasakan diri untuk datang ke stadion. Menurutnya malah lebih baik kompetisi digelar karena itu bisa menjadi hiburan masyarakat di tengah pandemi.

"Bobotoh juga pada ngerti ga mungkin akan datang ke stadion dengan kondisi pandemi yang seperti ini. Sepakbola itu kan hiburan masyarakat. Di saat kondisi yang seperti saat ini, dibutuhkan atuh hiburan. Lihat di luar negeri, saat pandemi sepakbola tetap berjalan, yang paling penting kan protokol kesehatan dijalankan," jelasnya.

Hal yang senada juga diucapkan oleh Sekretaris Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar. Menurutnya yang lebih bahaya adalah membiarkan Pilkada tetap bergulir ketimbang menunda restart Liga 1 2020.

"Kalau disebut kecewa ya suporter pastinya kecewa, karena bagaimanapun sepakbola adalah hiburan rakyat. Meskipun ya kita paham situasi saat ini memang situasi kesehatan yang belum membaik tapi wacana tanpa penonton untuk hal itu kita tidak akan memaksakan untuk datang ke stadion," ujar Tobias.

"Banyak juga pihak suporter yang mengaitkan dengan hal lain seperti Pilkada, kok bisa Pilkada yang melibatkan keramaian lebih banyak, tetapi sepakbola yang sudah diputuskan tanpa penonton masih diragukan untuk jalan. Hal seperti ini yang jadi pertanyaan banyak pihak kok bisa seperti itu," katanya memungkasi.

Artikel Tag: Bobotoh, Persib, Yana Umar

534  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini