Allan Saint-Maximin Tinggalkan Club America Usai Anak Jadi Korban Rasisme

Allan Saint-Maximin. (Foto: Agustin Cuevas/Getty Images)
Berita Sepak Bola: Allan Saint-Maximin resmi meninggalkan klub Meksiko, Club America, melalui kesepakatan bersama setelah mengungkap bahwa anak-anaknya menjadi korban pelecehan rasis. Keputusan itu diambil demi melindungi keluarganya, dengan pemain berusia 28 tahun tersebut menegaskan bahwa keselamatan dan martabat anak-anaknya adalah prioritas utama.
Saint-Maximin sebelumnya menyampaikan keluhannya melalui media sosial. Dalam unggahan di Instagram, pemain asal Prancis itu menulis, “Masalahnya bukan warna kulitmu, tapi warna pikiranmu.” Ia menambahkan, “Saya diserang, itu bukan masalah—saya tumbuh besar dan belajar melawan serangan. Tapi ada satu hal yang tidak akan pernah saya toleransi, yaitu anak-anak saya dijadikan sasaran.”
Pernyataan tersebut menjadi penjelasan paling gamblang atas keputusannya berpisah dengan Club America. Saint-Maximin menegaskan bahwa ia akan melakukan apa pun untuk memastikan anak-anaknya dihormati dan dicintai. “Saya akan berjuang untuk memastikan mereka dihormati dan dicintai, apa pun latar belakang atau warna kulit mereka,” katanya. Ia juga menegaskan sikap tegas terhadap rasisme: “Kebencian dan diskriminasi tidak memiliki tempat dalam masyarakat kita.”
Perpisahan Allan Saint-Maximin dan Club America dilakukan secara damai, tanpa konflik lanjutan. Klub dan pemain sepakat mengakhiri kerja sama demi kepentingan bersama, terutama menyangkut kondisi personal sang pemain di luar lapangan.
Saint-Maximin sendiri memiliki rekam jejak karier lintas negara. Setelah meninggalkan Newcastle United pada 2023, ia sempat membela Al-Ahli di Arab Saudi dan Fenerbahce di Turki sebelum melanjutkan kariernya ke Meksiko. Pengalaman tersebut memperkuat reputasinya sebagai pemain sayap dengan kemampuan individu tinggi dan karakter eksplosif.
Pelatih Club America, Andre Jardine, turut memberikan komentar positif. Ia menyebut Saint-Maximin sebagai pemain “fantastis” dengan “kemampuan bermain di liga mana pun di dunia.” Jardine menambahkan, “Kami mendoakan yang terbaik untuknya,” seraya mengakui kualitas sang pemain baik di dalam maupun di luar lapangan.
Kepergian Saint-Maximin kembali menyoroti isu rasisme dalam sepak bola global, khususnya dampaknya terhadap keluarga pemain. Bagi sang winger, keputusan ini bukan semata soal karier, melainkan tentang batas yang tidak bisa ditawar: perlindungan terhadap anak-anaknya.
Artikel Tag: Allan Saint-Maximin, Club America
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/allan-saint-maximin-tinggalkan-club-america-usai-anak-jadi-korban-rasisme
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini