Ali Abdi Menangis Usai Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Senin 22 Jun 2026, 17:00 WIB - 111 views
Ali Abdi mengkritik masalah timnas Tunisia setelah kalah telak dari Jepang

Ali Abdi mengkritik masalah timnas Tunisia setelah kalah telak dari Jepang. (Foto: David Ramos/Getty Images)

Ligaolahraga.com -

Berita Piala Dunia: Ali Abdi meluapkan kekecewaannya seusai Tunisia menelan kekalahan telak 0-4 dari Jepang dalam laga Grup F Piala Dunia 2026. Hasil di Estadio Monterrey Guadalupe, Meksiko pada pada Ahad (21/6/2026) itu memastikan Tunisia tersingkir dari turnamen setelah sebelumnya juga kalah 1-5 dari Swedia pada pertandingan pembuka.

Bek yang bermain untuk klub Ligue 1, Nice, tersebut menangis saat menjalani wawancara pascapertandingan dengan BeIN Sports. Emosi Abdi pecah ketika membahas kondisi tim nasional Tunisia yang menurutnya menghadapi banyak masalah di luar lapangan.

Kekalahan dari Swedia sebelumnya memicu perubahan besar di kursi pelatih. Federasi Sepak Bola Tunisia (FTF) memecat Sabri Lamouchi dan menunjuk Herve Renard untuk memimpin tim menghadapi Jepang. Namun, pergantian pelatih itu gagal mengubah nasib Tunisia yang kembali menelan kekalahan telak.

Dalam wawancara tersebut, Ali Abdi terlebih dahulu menyampaikan permintaan maaf kepada para pendukung Tunisia. Namun, ia juga melontarkan kritik terhadap pihak-pihak yang dinilainya memperburuk situasi tim dengan membocorkan berbagai informasi internal.

Dengan nada emosional, Abdi mengatakan, "Saya meminta maaf kepada para pendukung Tunisia, tetapi tidak kepada orang-orang yang senang membocorkan informasi ke sana kemari. Itu tidak membantu kepentingan negara."

Pernyataan tersebut muncul di tengah berbagai pertanyaan mengenai cara FTF mengelola tim nasional. Sejumlah laporan sebelumnya menyebut Lamouchi mendapat tekanan untuk memainkan pemain tertentu dan bahkan mengubah susunan pemain menjelang pertandingan melawan Swedia.

Abdi kemudian mengarahkan sorotannya pada persoalan yang menurutnya sudah lama menghambat perkembangan sepak bola Tunisia. Ia menilai tim nasional terlalu sering melakukan perubahan sehingga gagal membangun fondasi yang kuat dan berkelanjutan.

Menurut Abdi, para pemain tidak memiliki cukup waktu untuk membangun chemistry sebagai sebuah tim. Setiap kali muncul masalah, proses pembangunan kembali dimulai dari awal sehingga tidak pernah tercipta kesinambungan yang dibutuhkan untuk bersaing di level tertinggi.

Sambil menahan tangis, Abdi berkata, "Kami tidak memiliki waktu untuk bekerja sebagai tim. Alih-alih memperbaiki kekurangan, kami justru merombak semuanya dan memulai lagi setiap saat. Kami datang ke Piala Dunia dengan pemain-pemain yang belum pernah bermain bersama."

Ia lalu membandingkan kondisi Tunisia dengan Jepang yang baru saja mengalahkan mereka. Menurut Ali Abdi, Jepang menikmati keuntungan karena mempertahankan sebagian besar kerangka tim yang sudah dibangun sejak Piala Dunia 2022.

Melanjutkan kritiknya, Abdi mengatakan, "Jika melihat pemain Jepang, itu pada dasarnya masih tim yang sama sejak 2022. Sementara kami mengganti tim di setiap turnamen. Anda tidak bisa membangun sesuatu dengan cara seperti itu."

Kekalahan dari Jepang memastikan Tunisia tidak lagi memiliki peluang lolos ke babak gugur. Pertandingan terakhir melawan Belanda pada Jumat (26/6/2026) pagi WIB hanya akan menjadi kesempatan untuk menutup turnamen dengan hasil yang lebih baik dan memulihkan sedikit harga diri.

Meski tersingkir, pernyataan emosional Abdi kemungkinan akan memicu diskusi lebih luas mengenai arah sepak bola Tunisia. Kritik yang ia sampaikan mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap kondisi tim nasional yang dinilai belum memiliki stabilitas untuk bersaing secara konsisten di panggung dunia.

Artikel Tag: jepang, piala dunia, tunisia, piala dunia 2026

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/ali-abdi-menangis-usai-tunisia-tersingkir-dari-piala-dunia-2026
111
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini