Aissa Mandi Serukan Persatuan di Aljazair Jelang Piala Dunia 2026

Jumat 05 Jun 2026, 00:00 WIB - 104 views
Aissa Mandi yakin Aljazair bisa belajar dari kegagalan masa lalu

Aissa Mandi yakin Aljazair bisa belajar dari kegagalan masa lalu. (Foto: Nicolò Campo/LightRocket via Getty Images)

Ligaolahraga.com -

Berita Piala Dunia: Aissa Mandi akan kembali menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan timnas Aljazair di Piala Dunia 2026. Bek Lille tersebut membawa pengalaman panjang di level internasional saat Desert Foxes bersiap tampil untuk kelima kalinya di turnamen terbesar sepak bola dunia.

Aljazair tergabung di Grup J bersama juara bertahan Argentina, Austria, dan Yordania. Tantangan yang menanti jelas tidak mudah, terutama dengan kehadiran Argentina yang menjadi favorit untuk melaju jauh. Namun, Mandi percaya timnya memiliki peluang untuk memberikan kejutan jika mampu menjaga kekompakan sepanjang turnamen.

Pemain yang memegang rekor penampilan terbanyak untuk tim nasional Aljazair itu menekankan bahwa kesuksesan di Piala Dunia tidak akan ditentukan oleh kualitas individu semata. Menurutnya, seluruh pemain harus bergerak sebagai satu kesatuan dan menjalankan instruksi pelatih dengan disiplin.

"Saya tidak ingin menjawab dari sudut pandang individu. Ini bukan tentang satu pemain, melainkan tentang tim secara keseluruhan," ujar Mandi kepada FIFA.com. "Kami harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menghadapi kompetisi seperti ini, baik secara teknis maupun taktis, bekerja dekat dengan staf pelatih dan bertindak sebagai satu kesatuan. Sepak bola akan selalu menjadi olahraga tim. Hanya dengan bekerja bersama kami bisa menjawab tantangan seperti ini."

Aljazair masih menyimpan kenangan pahit dari kegagalan lolos ke Piala Dunia 2022. Saat itu mereka hanya beberapa detik dari tiket ke Qatar sebelum disingkirkan Kamerun melalui aturan gol tandang dalam drama perpanjangan waktu yang menyakitkan.

Pengalaman tersebut diakui Aissa Mandi menjadi pelajaran berharga bagi generasi pemain saat ini. Ia menilai kegagalan itu membantu tim memahami kesalahan yang tidak boleh terulang jika ingin berkembang dan bersaing di level tertinggi.

Mandi menyebut kegagalan menuju Piala Dunia 2022 sebagai momen yang sangat berat, tetapi sekaligus menjadi proses pembelajaran penting bagi tim nasional Aljazair. Pengalaman tersebut diyakini membuat skuad saat ini lebih matang dalam menghadapi tekanan pertandingan besar.

"Itu sangat sulit diterima, tetapi juga menjadi pengalaman yang mengajarkan banyak hal," jelas Mandi. "Anda harus memahami kesalahan apa yang tidak boleh diulangi agar bisa menjadi lebih kuat sebagai individu. Namun yang paling penting, kami harus menjadi lebih kuat sebagai tim."

Sebagai salah satu pemain senior, Aissa Mandi juga merasa memiliki tanggung jawab untuk membimbing para pemain muda. Ia ingin seluruh anggota skuad memahami arti mengenakan seragam Aljazair dan tanggung jawab besar yang menyertainya saat tampil di panggung dunia.

"Kami harus menanamkan kepada mereka apa artinya membawa harapan sebuah negara dan tanggung jawab yang datang bersamanya," kata Mandi. "Begitu memasuki lapangan, itu harus menjadi sumber kebanggaan yang besar. Kami sepenuhnya berkomitmen kepada rakyat dan negara kami. Sebagai pemain yang lebih senior, itu adalah tugas dan tanggung jawab kami."

Aljazair akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Argentina pada 16 Juni, sebelum bertemu Yordania pada 22 Juni dan menutup fase grup melawan Austria pada 27 Juni. Dengan pengalaman, persatuan, dan semangat belajar dari masa lalu, The Desert Foxes berharap dapat menciptakan cerita baru di Amerika Serikat.

Artikel Tag: piala dunia 2026, timnas aljazair, aissa mandi

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/bola/aissa-mandi-serukan-persatuan-di-aljazair-jelang-piala-dunia-2026
104
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini