banner babe

Soal Kasus Denzel Bowles, Timnas Indonesia Akui Kecolongan

Penulis: Viggo Tristan
Minggu 13 Okt 2019, 21:34 WIB
Soal Kasus Denzel Bowles, Timnas Indonesia Akui Kecolongan

Timnas Indonesia akui tidak lakukan tes psikologis saat datangkan Denzel Bowles.

Berita Basket Indonesia : Timnas Indonesia mengakui diri jika mereka telah kecolongan saat berusaha menaturalisasi Denzel Bowles untuk turnamen-turnamen yang akan datang. Timnas luput mengenai kondisi mental Denzel yang berpengaruh penting pagi kondusivitas tim.

Sebagaimana diketahui, timnas memang sudah memulangkan Denzel menuju Amerika Serikat karena tidak cocok dengan apa yang dibawanya. Denzel sejatinya sudah mampu memberikan performa yang baik pada turnamen pemanasan, tetapi kondisi mental yang belum siap dianggap merusak harmoni dalam timnas Indonesia itu sendiri. Untuk kepentingan jangka panjang, opsi terbaik adalah memulangkannya menuju kampung halaman dan berusaha mencari pemain asing pengganti secepat mungkin.

Menanggapi kasus Denzel kali ini, Fareza Tamrella selaku manajer timnas mengakui jika tidak ada tes psikolog yang diberikan kepada Denzel sebelumnya. Untuk mencari pengganti Denzel, kini ia juga akan berhati-hati dan lebih memperhatikan kondisi mental serta psikologis pemain yang dimaksud.

"Kalau tes kesehatan pasti ada tapi kalau tes mental gimana caranya. Masa saya harus tanya, apakah kamu gila? Enggak ada juga. Lagipula kejadian Bowles itu satu jutaan orang. Jadi jika ditanya cara mengatasinya? Ya gimana ya. Mau masukin dukun atau orang pintar. Tes psikolog bisa saja. Tapi di saat mereka tak bisa adaptasi itu yang susah. Kan beda budaya, home sick. Itu yang perlu kami dipertimbangkan," ucap Fareza.

"Intinya, kami urusan Bowles sudah tutup buku dan move on. Saat ini kami sedang mencari pemain yang baru lagi. Ini ada beberapa kandidat dan kebanyakan dari Amerika Serikat," tutupnya.

Artikel Tag: basket, Indonesia, Denzel Bowles, Fareza Tamrella

6016  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini