Proposal CBA Baru WNBA Tawarkan Fasilitas Hunian, Bagi Hasil Belum Jelas

Penulis: Hanif Rusli
Minggu 08 Feb 2026, 19:51 WIB - 98 views
Negosiasi masih berlangsung menjelang musim WNBA 2026, sementara opsi mogok kerja tetap menjadi kemungkinan jika kesepakatan tidak tercapai. (Foto: AP)

Negosiasi masih berlangsung menjelang musim WNBA 2026, sementara opsi mogok kerja tetap menjadi kemungkinan jika kesepakatan tidak tercapai. (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

WNBA dilaporkan mulai menunjukkan kompromi dalam negosiasi perjanjian kerja bersama (collective bargaining agreement/CBA) terbaru dengan serikat pemain, terutama terkait fasilitas hunian dan standar fasilitas tim.

Namun, perbedaan pendapat mengenai sistem pembagian pendapatan masih menjadi isu utama yang belum menemukan titik temu.

Menurut sumber yang mengetahui negosiasi tersebut, proposal terbaru liga yang diajukan pada Jumat (6/2) mencakup ketentuan baru mengenai penyediaan tempat tinggal bagi pemain.

Dalam rancangan itu, pemain dengan gaji minimum yang berlaku serta pemain tanpa masa kerja akan mendapatkan apartemen satu kamar selama tiga tahun pertama perjanjian baru.

Sementara itu, pemain pengembangan (developmental players) akan disediakan apartemen studio.

Ketentuan ini menjadi perubahan penting karena proposal sebelumnya dari liga tidak memuat aturan hunian secara spesifik.

Sejak CBA pertama disahkan pada 1999, tim WNBA memang diwajibkan menyediakan tempat tinggal bagi pemain, baik berupa apartemen satu kamar maupun tunjangan perumahan.

Meski ada kemajuan dalam aspek fasilitas, perbedaan terbesar masih terjadi pada skema pembagian pendapatan.

Liga mengusulkan agar pemain menerima lebih dari 70 persen pendapatan bersih (net revenue) — yakni pendapatan setelah dikurangi biaya operasional.

Proposal terbaru juga mencantumkan batas gaji tim (salary cap) sebesar 5,65 juta dolar AS pada 2026, meningkat tajam dari sekitar 1,5 juta dolar pada 2025, dengan pertumbuhan mengikuti peningkatan pendapatan liga.

Dalam skema liga sebelumnya, gaji maksimum pemain diproyeksikan mencapai 1,3 juta dolar pada 2026 dan mendekati 2 juta dolar pada 2031.

Rata-rata gaji pemain WNBA juga diperkirakan naik menjadi 540 ribu dolar pada 2026, dibandingkan sekitar 120 ribu dolar pada 2025.

Di sisi lain, serikat pemain WNBPA mengajukan proposal berbeda, yakni salary cap sebesar 10,5 juta dolar dan porsi 30 persen dari pendapatan kotor (gross revenue).

Liga menilai usulan tersebut dapat menyebabkan kerugian hingga 700 juta dolar selama masa perjanjian, sementara pihak serikat pemain membantah perhitungan tersebut dan meyakini model mereka tetap menguntungkan liga.

Negosiasi masih berlangsung menjelang musim WNBA 2026 yang dijadwalkan dimulai pada 8 Mei, sementara opsi mogok kerja tetap menjadi kemungkinan jika kesepakatan tidak tercapai.

Artikel Tag: wnba

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/proposal-cba-baru-wnba-tawarkan-fasilitas-hunian-bagi-hasil-belum-jelas
98
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini