Polemik Enes Kanter Freedom Buka Perdebatan Aturan Kelayakan WNBA

Penulis: Hanif Rusli
Jumat 18 Sep 2026, 21:29 WIB - 124 views
Jika Enes Kanter Freedom atau White menggugat, perkara dapat bermula melalui Equal Employment Opportunity Commission (EEOC). (Foto: AP)

Jika Enes Kanter Freedom atau White menggugat, perkara dapat bermula melalui Equal Employment Opportunity Commission (EEOC). (Foto: AP)

Ligaolahraga.com -

Deklarasi mantan pemain NBA Enes Kanter Freedom untuk mengikuti draft WNBA 2027 memunculkan pertanyaan mengenai aturan kelayakan pemain dan potensi persoalan hukum di liga bola basket putri Amerika Serikat tersebut.

Kanter Freedom mengumumkan niatnya melalui unggahan media sosial pada Agustus setelah perdebatan mengenai kelayakan atlet transgender di olahraga putri mencuat.

Mantan pemain NBA itu mengatakan dirinya memenuhi seluruh persyaratan untuk mengikuti draft. Mantan pemain NBA lainnya, Royce White, kemudian menyampaikan hal serupa.

Peraturan dalam Collective Bargaining Agreement (CBA) WNBA 2026 menyebut hanya pemain yang merupakan perempuan yang dapat bermain di liga.

Namun, CBA tidak menjelaskan secara rinci definisi perempuan ataupun prosedur untuk menentukan kelayakan atlet transgender atau interseks.

Di sisi lain, persyaratan draft dalam CBA terutama mengatur usia dan status pendidikan.

Pemain yang bermain di Amerika Serikat umumnya harus berusia 22 tahun pada tahun draft serta telah menyelesaikan atau melepaskan hak bermain di perguruan tinggi.

Atlet internasional yang bermain di luar Amerika Serikat dapat memenuhi syarat pada usia 20 tahun.

Enes Kanter Freedom, yang datang dari Turki ke Amerika Serikat untuk bermain basket pada usia 17 tahun, telah berusia 20 tahun pada 2012. White lulus SMA pada 2009 dan termasuk dalam kelas perguruan tinggi 2013.

WNBA menyatakan setelah pertemuan gugus tugas antikebencian pada 12 Agustus bahwa tidak ada persoalan kelayakan yang sedang dihadapi liga.

Pernyataan tersebut secara implisit menunjukkan Kanter Freedom dan White tidak memenuhi syarat, tetapi WNBA tidak menjelaskan kepada ESPN dasar hukum penentuan tersebut.

Sejumlah pengacara ketenagakerjaan yang diwawancarai ESPN menyebut persoalan tersebut berpotensi melibatkan Title VII Civil Rights Act 1964, yang melarang diskriminasi dalam pekerjaan berdasarkan jenis kelamin, dengan pengecualian tertentu untuk kualifikasi pekerjaan yang dianggap bona fide occupational qualification.

Namun, belum pernah ada perkara yang menguji secara langsung legalitas kebijakan atlet transgender dalam olahraga profesional putri Amerika Serikat.

WNBA juga merupakan perusahaan swasta sehingga tidak berada di bawah Title IX, undang-undang yang mengatur diskriminasi berbasis jenis kelamin dalam pendidikan.

Jika Enes Kanter Freedom atau White menggugat, perkara dapat bermula melalui Equal Employment Opportunity Commission (EEOC).

Perselisihan juga berpotensi masuk arbitrase berdasarkan ketentuan CBA dan hukum ketenagakerjaan federal.

CBA melarang klub melakukan kolusi untuk menentukan pemain mana yang mendapatkan kesempatan bermain.

Namun, setiap tim tetap dapat secara independen memutuskan tidak merekrut seorang pemain berdasarkan berbagai pertimbangan.

WNBA juga belum memiliki kebijakan publik yang secara khusus mengatur atlet transgender atau interseks.

Setiap perubahan aturan kelayakan kemungkinan harus melalui proses perundingan bersama dengan serikat pemain.

Komisioner WNBA Cathy Engelbert akan meninggalkan jabatannya pada akhir 2026. Penggantinya diperkirakan akan menjadi salah satu pihak penting dalam pembahasan kebijakan kelayakan pemain ke depan.

Artikel Tag: nba, wnba

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/polemik-enes-kanter-freedom-buka-perdebatan-aturan-kelayakan-wnba
124
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini