Pebasket IBL Ikut Menyuarakan Perlakuan Anti Rasisme

Penulis: Senja Hanan
Jumat 05 Jun 2020, 16:06 WIB
Pebasket IBL Ikut Menyuarakan Perlakuan Anti Rasisme

Penggawa andalan Louvre Surabaya, Daniel Wenas (kanan). (Foto: IBL)

Berita Basket Indonesia: Dukungan dengan tanda pagar BlackLivesMatter tengah ramai diperbincangkan media sosial, termasuk para pemain IBL. Aksi ini muncul sebagai solidaritas terhadap kematian warga Minneapolis, George Floyd. Ia meninggal setelah terjadi kekerasan oleh oknum polisi

Insiden yang menimpa Floyd membuat massa melakukan unjuk rasa di Amerika Serikat. Protes dan dukungan turut diberikan olahragawan dunia seperti legenda basket NBA, Michael Jordan, mantan juara dunia tinju, Floyd Mayweather, hingga pemain Borussia Dortmund, Jodan Sancho.

Di IBL, perlakuan antar pemain tak pernah membedakan warna kulit. Persahabatan yang terjalin antara penggawa lokal dan asing terbilang erat. Bintang Louvre Surabaya, Daniel Wenas, menilai seharusnya tak perlu ada perbedaan perlakuan berdasarkan warna kulit. Daniel percaya, setiap manusia dilahirkan sama.

“Kami memiliki warna darah yang sama, rasisme, dan kekerasan akibat hal itu seharusnya tidak perlu ada,” ujar Daniel, sebagaimana diberitakan situs resmi IBL.

Senada dengan Daniel, penggawa Pacific Caesar Surabaya, Yericho Tuasela, percaya tak ada manusia yang membenci satu sama lain karena warna kulit. Sifat rasis bisa timbul akibat salah persepsi.

“Tidak ada yang terlahir dengan membenci satu sama lain karena warna kulit, latara belakang, atau agama. Orang bisa membenci jika mereka tahu caranya membenci, mereka juga bisa diajarkan cinta, karena cinta pada dasarnya datang dari hati masing-masing,” tulis Yerikho di akun Instagram pribadi miliknya.

Artikel Tag: George Floyd, Daniel Wenas, Yericho Tuasela, IBL

330  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini