Jumlah Pemain Eropa Meningkat Tajam di WNBA Usai Kenaikan Gaji

Salah satu pemain eropa asal Serbia Jovana Nogic menyebut kesempatan bermain di WNBA kini jauh lebih masuk akal secara ekonomi dibandingkan beberapa tahun lalu. (Foto: AP)
Gelombang pemain Eropa yang bergabung dengan WNBA semakin terlihat pada musim 2026.
Kenaikan gaji yang signifikan melalui perjanjian kerja bersama (CBA) terbaru, ditambah bertambahnya jumlah tim dan slot pemain, membuat liga basket putri Amerika Serikat itu menjadi tujuan yang semakin menarik bagi talenta internasional.
Hingga akhir Mei, sebanyak 32 pemain Eropa dari 15 negara telah tampil setidaknya dalam satu pertandingan WNBA musim ini.
Jumlah tersebut mencakup hampir 15 persen dari seluruh penampilan pemain di liga dan berpotensi menjadi persentase tertinggi dalam sejarah WNBA.
Fenomena itu terlihat jelas pada pertandingan Memorial Day. Di Brooklyn, pemain Prancis Carla Leite dan Marine Johannes tampil menentukan pada momen-momen akhir laga antara Portland Fire dan New York Liberty.
Di hari yang sama, guard asal Lithuania, Juste Jocyte, akhirnya menjalani debut WNBA bersama Golden State Valkyries setelah terpilih sebagai pilihan kelima draft 2025.
Peningkatan kehadiran pemain Eropa tidak lepas dari perubahan besar dalam struktur finansial liga.
Berdasarkan CBA yang disepakati pada Maret lalu, batas gaji tim meningkat dari 1,5 juta dolar AS menjadi 7 juta dolar AS.
Gaji minimum pemain melonjak dari sekitar 66 ribu dolar AS menjadi 270 ribu dolar AS, sementara kontrak supermaksimum naik menjadi 1,4 juta dolar AS.
Selain faktor finansial, berbagai fasilitas baru seperti penerbangan charter dan pusat latihan milik klub juga meningkatkan daya tarik WNBA bagi pemain internasional.
Pelatih Las Vegas Aces, Becky Hammon, yang pernah bermain di WNBA sekaligus kompetisi Eropa selama bertahun-tahun, menilai perubahan tersebut sangat berpengaruh.
"Dulu kami bermain di Eropa karena bayaran di sana lebih tinggi. Sekarang WNBA menjadi liga dengan bayaran tertinggi di basket putri, sehingga semakin banyak pemain Eropa yang tertarik datang," kata Hammon.
Perubahan gaya permainan juga menjadi faktor penting. Tim-tim WNBA kini lebih menghargai pemain serbabisa dengan kemampuan menembak yang baik, karakteristik yang banyak ditemukan dalam sistem pembinaan basket Eropa.
General manager Phoenix Mercury, Nick U'Ren, mengatakan klub-klub WNBA kini mengalokasikan sumber daya lebih besar untuk memantau pemain di Eropa.
Menurutnya, pengalaman internasional dan keterlibatan pemain-pemain tersebut bersama tim nasional membuat mereka lebih siap menghadapi persaingan level tertinggi.
Beberapa pemain Eropa juga mengaku sebelumnya enggan bermain di WNBA karena secara finansial tidak menguntungkan dibandingkan kontrak yang mereka terima di Eropa. Namun kondisi itu kini berubah.
Guard Serbia Jovana Nogic, yang menjalani musim rookie WNBA pada usia 28 tahun, menyebut kesempatan bermain di liga tersebut kini jauh lebih masuk akal secara ekonomi dibandingkan beberapa tahun lalu.
Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut. Bahkan sejumlah pengamat menilai liga-liga Eropa mungkin harus menyesuaikan kalender kompetisi dan sistem kontrak mereka agar tidak kehilangan lebih banyak pemain ke WNBA.
Dengan meningkatnya investasi, kualitas kompetisi, dan nilai kontrak yang ditawarkan, WNBA semakin mengukuhkan diri sebagai tujuan utama para pemain basket putri terbaik dunia, termasuk dari Eropa.
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/jumlah-pemain-eropa-meningkat-tajam-di-wnba-usai-kenaikan-gaji

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini