Indiana Fever Berpisah dengan Kelly Krauskopf dan Amber Cox

Perubahan tersebut terjadi setelah Indiana Fever gagal memenuhi target juara dan tersingkir pada putaran pertama playoff WNBA 2026. (Foto: AP)
Indiana Fever melakukan perombakan besar di jajaran manajemen setelah presiden tim Kelly Krauskopf mengundurkan diri dan manajer umum Amber Cox diberhentikan pada Jumat (23/10).
Perubahan tersebut terjadi setelah Fever gagal memenuhi target juara dan tersingkir pada putaran pertama playoff WNBA 2026.
Krauskopf mengakhiri masa jabatan keduanya sebagai presiden Fever setelah kembali bergabung dengan tim pada 2024.
Ia merupakan presiden dan manajer umum pertama dalam sejarah klub tersebut, yang mulai berkompetisi sebagai tim ekspansi WNBA pada 2000.
Di bawah kepemimpinannya, Fever berkembang menjadi salah satu tim yang konsisten bersaing di liga.
Indiana Fever lolos ke playoff selama 12 musim berturut-turut, dari 2005 hingga 2016, serta tiga kali mencapai final WNBA sebelum akhirnya menjuarai kompetisi tersebut pada 2012.
Pada 2018, Krauskopf meninggalkan Fever untuk menjadi asisten manajer umum Indiana Pacers. Ia menjadi perempuan pertama dalam sejarah NBA yang memegang posisi manajemen eksekutif tersebut. Enam tahun kemudian, ia kembali ke Fever sebagai presiden operasional bola basket dan bisnis.
"Merupakan kehormatan dan keistimewaan bagi saya untuk membantu membangun dan mengelola Indiana Fever dengan dukungan serta kepercayaan Herb Simon," kata Krauskopf dalam pernyataan resmi.
Ia menyampaikan terima kasih atas kesempatan, hubungan, dan pencapaian bersama selama bekerja di organisasi tersebut. Krauskopf juga menyatakan optimistis terhadap masa depan Fever.
Pemilik Fever, Herb Simon, mengatakan Krauskopf memiliki peran penting dalam membangun identitas klub dan membawa tim meraih gelar juara.
Ia juga mengapresiasi keputusan Krauskopf kembali ketika organisasi membutuhkan kepemimpinannya.
Beberapa jam setelah pengunduran diri Krauskopf, Fever mengumumkan kepergian Cox dari posisi manajer umum.
Cox telah menjabat selama dua musim dan membantu organisasi menghadapi pertumbuhan pesat WNBA serta meningkatnya perhatian terhadap Fever.
Presiden sekaligus CEO Pacers Sports & Entertainment, Mel Raines, mengatakan klub sedang melakukan pencarian secara nasional untuk mengisi posisi-posisi yang kosong di jajaran manajemen.
Perombakan tersebut terjadi setelah Indiana Fever menutup musim reguler 2026 dengan rekor 28 kemenangan dan 16 kekalahan.
Mereka menempati unggulan keenam playoff sebelum kalah dari Las Vegas Aces pada putaran pertama, jauh dari target juara yang dicanangkan sebelum musim dimulai.
Meski memiliki serangan dengan produktivitas tertinggi dalam sejarah WNBA, Fever mengalami kesulitan dalam bertahan.
Caitlin Clark, Kelsey Mitchell, dan Aliyah Boston terpilih sebagai All-Star. Mitchell menempati peringkat kedua pencetak angka terbanyak, sedangkan Clark berada di posisi ketiga dan peringkat kedua dalam statistik assist.
Indiana Fever juga menghadapi ketidakpastian terkait masa depan Mitchell, yang berstatus unrestricted free agent.
Pemain yang dipilih dengan urutan kedua pada draft 2018 itu menyatakan akan mempertimbangkan tawaran dari berbagai tim sebelum menentukan pilihan terbaik bagi dirinya dan keluarga.
Sementara itu, pelatih kepala Stephanie White diperkirakan tetap bertahan, menurut sumber yang dikutip ESPN. Belum ada pengumuman mengenai pengganti Krauskopf dan Cox.
Artikel Tag: indiana fever
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/indiana-fever-berpisah-dengan-kelly-krauskopf-dan-amber-cox
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini