Dokumenter LeBron James Beda dari “The Last Dance”

Penulis: Damar Yuliarti
Jumat 31 Jul 2026, 11:15 WIB - 115 views
Dokumenter LeBron James Beda dari “The Last Dance” - sumber: (mainbasket)

Dokumenter LeBron James Beda dari “The Last Dance” - sumber: (mainbasket)

Ligaolahraga.com -

Berita Basket NBA

Legenda bola basket terus berupaya menemukan cara terbaik untuk mengisahkan perjalanan karier mereka. Michael Jordan menetapkan standar baru pada 2020 dengan "The Last Dance", sebuah dokumenter yang memamerkan rekaman dan akses eksklusif ke musim terakhir dinasti Chicago Bulls. Kini, LeBron James, ikon NBA lainnya, dilaporkan tengah menyiapkan dokumenter serupa.

Namun, alih-alih menjadi kabar gembira, berita ini justru memicu perbincangan hangat di media sosial. Ini semua berawal ketika LeBron mengunggah ulang pernyataan dari mitra bisnisnya, Maverick Carter, yang menegaskan bahwa proyek ini tidak akan meniru gaya dokumenter Jordan yang mendapat banyak pujian.

"Kami TIDAK akan melakukan hal seperti ‘Last Dance’," ujar Carter tegas. "LeBron bahkan belum tahu kapan musim terakhirnya."

Pernyataan Carter ini muncul setelah laporan mengindikasikan bahwa ESPN dan tim LeBron hampir mencapai kesepakatan untuk produksi yang akan mendokumentasikan perjalanan juara NBA empat kali tersebut sepanjang musim mendatang, dengan menyertakan cuplikan yang belum pernah dilihat dari kariernya.

Dokumenter yang direncanakan ini akan menampilkan materi arsip sejak debut LeBron di NBA pada 2003, dikombinasikan dengan akses eksklusif di balik layar selama masa baktinya di Philadelphia. Andrew Marchand dari The Athletic melaporkan bahwa negosiasi hampir rampung. Rencana tersebut melibatkan kru kamera yang akan mengikuti LeBron sepanjang musim saat ia memburu gelar juara NBA kelimanya.

Reuters mengonfirmasi bahwa proyek ini akan memadukan cuplikan eksklusif terkini dengan materi arsip dari seluruh karier LeBron, termasuk konten yang belum pernah dirilis sebelumnya.

Meski perbandingan dengan "The Last Dance" tak terhindarkan jika dokumenter ini terwujud, Carter menegaskan bahwa tujuannya adalah menciptakan narasi yang unik bagi LeBron, sesuai dengan pendekatan bercerita yang telah dikembangkan oleh SpringHill dan Uninterrupted, yang lebih menekankan perspektif pribadi para atlet.

Di tengah hiruk-pikuk ini, LeBron mengakhiri masa delapan musimnya bersama Lakers dan menandatangani kontrak dua tahun senilai 8 juta dolar AS dengan Philadelphia 76ers menjelang musim NBA ke-24-nya, yang mengukuhkan rekor.

Pemain berusia 41 tahun ini menyebut langkah tersebut sebagai "keputusan terakhirnya," memilih Philadelphia karena yakin tim ini memberikan peluang terbaik untuk meraih gelar juara kelimanya.

Kepindahannya menempatkannya bersama Joel Embiid, Tyrese Maxey, Jaylen Brown, dan VJ Edgecombe, menjadikan Philadelphia sebagai salah satu tim paling menjanjikan di NBA.

76ers telah mengakuisisi Brown dari Boston Celtics di awal musim ini, menambah pemain All-Star lima kali ke dalam tim yang dipimpin oleh Embiid dan Maxey.

Kehadiran LeBron diharapkan dapat mengurangi beban ofensif bintang Philadelphia lainnya, sementara Brown dan Maxey siap menyumbangkan kemampuan atletis dan ketajaman mencetak poin.

LeBron meninggalkan Los Angeles setelah mempersembahkan gelar juara pada 2020, dengan mencatat rata-rata 25,9 poin, 7,9 assist, dan 7,7 rebound dalam 479 penampilan musim reguler dengan seragam Lakers.

Artikel Tag: lebron james, philadelphia 76ers, michael jordan

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/basket/dokumenter-lebron-james-beda-dari-the-last-dance
115
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini