Doc Rivers Kecam Aksi Demo Pendukung Trump dan Sentil Polisi

Penulis: Senja Hanan
Kamis 07 Jan 2021, 19:24 WIB
Doc Rivers mengecam perlakuan keamanan terhadap para pendemo pendukung Donald Trump. (Images: USATODAYSPORTS)

Doc Rivers mengecam perlakuan keamanan terhadap para pendemo pendukung Donald Trump. (Images: USATODAYSPORTS)

Berita Basket NBA:Pelatih Doc Rivers sebelum memimpin Philadelphia 7ers menang melawan Washington Wizards mengajukan sebuah pertanyaan tajam. Rivers bertanya, bagaimana bila yang menerobos Capitol, memecahkan jendela, dan bergulat dengan polisi itu adalah orang kulit hitam.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, NBA menunjukkan kecemasannya terhadap aksi serbuan ribuan pendukung Donald Trump ke gedung parlemen mereka di Washington DC, Rabu (6/12). Mereka berdemo dengan memecahkan jendela gedung parlemen.

Rivers dikenal sangat vokal menanggapi kasus-kasus sosial politik yang terjadi di Amerika Serikat. Namun kali ini dia tidak sendirian, karena banyak pelatih yang juga mengecam tindakan tersebut. Bukan soal aksi unjuk rasa, melainkan perlakuan aparat keamanan yang dinilai berbeda menangani orang kulit hitam dan kulit putih.

Rivers mengajukan pertanyaan tersebut agar orang-orang kembali melihat video kerusuhan di Capitol. Menurutnya, petugas keamanan terlihat santai. Tidak ada anjing polisi yang menyerang orang, tidak ada tongkat pemukul yang memukul demonstran, bahkan orang-orang dibawa keluar dari Capitol dengan damai.

"Ini sangat menyedihkan. Padahal itu serangan terhadap demokrasi. Aksi tersebut bisa mengancam demokrasi. Tapi lihat perlakuan aparat keamanan sangat berbeda. Ketika ada protes tentang kasus-kasus kulit hitam, dan aksi pejuang keadilan sosial, aparat keamanan yang berjaga lebih banyak dari pengunjuk rasa," kata Doc Rivers.

"Ada polisi, bahkan tentara yang menjaga. Ini membuktikan bahwa ada yang berbeda di negara ini," sambung mantan pelatih Houston Rockets tersebut, seperti dikutip dari Yahoo!Sports.

Artikel Tag: donald trump, Doc Rivers

513  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini