banner babe

Sudah Beroperasi Sejak 2006, Mengapa KPAI Baru Hentikan Audisi PB Djarum Saat Ini?

Penulis: Viggo Tristan
Senin 09 Sep 2019, 23:07 WIB
Sudah Beroperasi Sejak 2006, Mengapa KPAI Baru Hentikan Audisi PB Djarum Saat Ini?

Keputusan KPAI untuk hentikan audisi PB Djarum menuai banyak kritikan pedas.

Berita Badminton Indonesia : Dunia badminton di Indonesia dihebohkan oleh keputusan KPAI dan Yayasan Lentera Anak yang menghentikan audisi PB Djarum karena dianggap mengeksploitasi anak untuk kepentingan promosi. Hal ini dikesalkan oleh banyak pihak karena audisi ini sejatinya sudah berjalan sejak tahun 2006 dan KPAI baru mengambil tindakan tegas saat ini.

PB Djarum sendiri memang dikenal sebagai salah satu wadah bagi pebulutangkis dari pelosok-pelosok daerah Indonesia untuk membuktikan bakat mereka. Dengan adanya audisi besar, maka mereka yang kesulitan menemukan akses bisa dipermudah untuk mendapatkan kesempatan menunjukkan kebolehan diri. Secara hasil sudah tidak diragukan lagi tentunya. Nama-nama besar seperti Kevin Sanjaya Sukamuljo, Leo Rolly Carnando, bahkan Tontowi Ahmad.

Keputusan ini tentu membuat banyak pihak kesal. Sebab, audisi PB Djarum adalah salah satu harapan bagi PBSI untuk mencari pemain baru yang bisa menutupi kekurangan pemain lama. Proses regenerasi juga dapat dilakukan dengan mengambil pemain-pemain muda dari PB Djarum. Tontowi selaku pemain yang juga pernah mengikuti audisi ini lantas kesal dengan keputusan KPAI.

"Sangat disayangkan. Saya kan atlet binaan Djarum, saya merasakan juga, sebagai orang kampung, untuk akses ke klub besar itu kan sulit tesnya jika tanpa audisi. Sekarang, kalau audisi ditiadakan jadinya kan sulit juga," ucap Tontowi.

"Kami (sebagai atlet) kalau mau ke klub besar, dari kampung itu ke mana? aksesnya lewat mana?" tukas pemain yang pernah berpasangan dengan Liliana Natsir tersebut.

Artikel Tag: badminton, Indonesia, pb djarum, KPAI, Tontowi Ahmad

680  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini