Preview Indonesia Masters 2022, Tensi Tinggi Akan Panaskan Istora

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 06 Jun 2022, 16:00 WIB
Preview Indonesia Masters 2022, Tensi Tinggi Akan Panaskan Istora

Konferensi Pers Indonesia Masters 2022/[Foto:PBSI]

Ligaolahraga.com -

Berita Badminton : Kejuaraan bulu tangkis kembali memanas. Setelah final Piala Thomas Uber yang mengejutkan, tensi tinggi akan berlanjut di dua event mendatang di Indonesia yakni Indonesia Masters dan Indonesia Open. Indonesia Masters akan digelar pertama kali pada 7-12 Juni dan akan disusul Indonesia Open pada 14-19 Juni 2022.

Indonesia Masters, meski berada di bawah Indonesia Open dari segi level kategori, tak kalah sengitnya. Hampir seluruh pebulu tangkis papan atas dunia akan hadir dalam kejuaraan yang akan digelar di Istora Gelora Bung Karno atau yang dulu dikenal dengan Istora Senayan di Jakarta, Indonesia itu.

Di tunggal putra, hanya Kento Momota asal Jepang dari 10 besar dunia yang absen. Namun meski tanpa Momota, kejuaraan berhadiah total USD 360.000 ini tak kalah seru. Pertandingan akan tetap berlangsung ketat, bahkan bagi duet Denmark yang menempati unggulan pertama dan kedua, Viktor Axelsen dan Anders Antonsen, tidak akan mudah untuk mempertemukan keduanya di final.

Salah satu penantangnya adalah dua andalan tuan rumah, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie. Namun, performa keduanya juga tidak lagi berada di puncak. Itu bisa dilihat pada pertandingan Thomas Cup Finals 2022. Keduanya tak mampu menyumbangkan poin bagi Indonesia saat India mengalahkan mereka di babak final. Dukungan fans saja tidak cukup membuat Anthony dan Jojo menjadi juara.

Pemain tunggal putra lainnya yang patut diwaspadai adalah Lee Zii Jia dari Malaysia dan Loh Kean Yew dari Singapura. Zii Jia sudah dua kali mengalahkan Axelsen salah satunya di final All England 2021. Sementara itu, Loh Kean Yew memiliki kekuatan untuk mengalahkan Axelsen, peraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020, di Kejuaraan Dunia 2021.

Ini akan sama menariknya di ganda putra. Meski Indonesia menempati unggulan teratas bersama Kevin Sanjaya/Marcus Fernaldi Gideon dan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, itu bukan jaminan akan ada final all-Indonesia. Hasil di Olimpiade Tokyo adalah buktinya. Kedua pasangan tidak berhasil merebut medali emas. Kevin/Marcus hanya mencapai perempat final dan Hendra/Ahsan kalah dalam perebutan medali perunggu.

Di Indonesia Masters, penghancur “mimpi emas”, pasangan Tionghoa Taipei Lee Yang/Wang Chi-lin, akan hadir. Mereka ditempatkan sebagai unggulan ketiga. Selain itu, peraih medali perunggu Olimpiade Tokyo Aaron Chia/Soh Wooi Yik dari Malaysia akan ambil bagian dalam membangun panas di Indonesia Masters.

Sementara di tunggal putri, penantang teratas, Chen Yu Fei asal China, akan menghadapi perlawanan sengit. Kehadiran Carolina Marin kembali bisa menghancurkan ambisinya menjadi juara. Dia kalah tiga kali dalam lima pertemuan dengan pebulu tangkis Spanyol yang ditempatkan sebagai unggulan ketiga. Chen Yu Fei memiliki peluang bagus untuk mengalahkan An Se Young dari Korea karena dia selalu menang dalam tujuh pertemuan dengan pemain Korea.

Pasangan ganda putri China, Chen Qingchen/Jia Yi Fan berpeluang memanfaatkan Indonesia Masters sebagai pelampiasan balas dendam. Menjadi unggulan pertama, mereka tentu masih belum bisa melupakan kekalahan pahit dari pasangan Korea Lee So-hee/Shin Seung-chan di Final Piala Uber 2022 Mei lalu. Keduanya sangat berpeluang bertemu kembali di babak final. Di Final Piala Uber 2022, Chen Qingchen/Jia Yi Fan kalah dalam tiga game 21-12, 18-21, 18-21. Sebuah hasil yang membuat Korea kembali percaya diri sebelum akhirnya mengalahkan China dengan skor 3-2.

Menjadi unggulan pertama juga tidak menjamin pasangan ganda campuran Thailand Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai menjadi juara. Apalagi di tahun 2022 prestasi mereka tidak sehebat tahun 2021. Tahun ini, mereka baru satu kali menjuarai German Open. Apalagi di kandang sendiri saat Thailand Open yang digelar usai Thomas-Uber Cup dan di tempat yang sama, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai gagal meraih kemenangan. Di final, mereka kalah dari Zheng Siwei/Huang Yaqiong dari China. Pada Indonesia Masters 2022, Zheng Siwei/Huang Yaqiong juga ikut ambil bagian dan menempati peringkat kedua terbaik.

Artikel Tag: Indonesia Masters 2022, Istora Senayan Jakarta, Putri Kusuma Wardani

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/preview-indonesia-masters-2022-tensi-tinggi-akan-panaskan-istora
683  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini