Piala Thomas 2020 DIharapkan Jadi Ajang Pemain Tampil Istimewa

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 08 Sep 2020, 17:00 WIB
Koo Kien Keat Desak Para Pemain Tampil Istimewa di Piala Thomas 2020

Koo Kien Keat/[Foto:Thestar]

Berita Badminton : Mantan bintang ganda putra peringkat 1 dunia, Koo Kien Keat telah memberikan tantangan kepada para pemain muda di tim nasional Malaysia, mendesak mereka untuk bermain dengan karisma dan karakter di Piala Thomas 2020

Dia mengatakan bahwa sejumlah pebulutangkis ganda putra saat ini masih polos dan biasa saja.

Kecuali para pemain ini mengubah permainan mereka menjadi sesuatu yang luar biasa, Malaysia dapat mengharapkan pertandingan yang menguntungkan di kejuaraan Piala Thomas 2020 di Aarhus, Denmark, dari 3-11 Oktober.

Malaysia telah menunjuk Aaron Chia/Soh Wooi Yik, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin dan pasangan profesional, Teo Ee Yi/Ong Yew Sin untuk Piala Thomas 2020 ini.

Aaron yang berusia 23 tahun, Wooi Yik (22), Sze Fei (23) dan Izzuddin (22) dilatih oleh Flandi Limpele asal Indonesia.

“Peran pelatih memang penting tapi para pemain memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk memetakan jalur karir mereka sendiri. Sayangnya, banyak dari pemain kami adalah pengikut,” kata Koo Kien Keat, yang akan berusia 35 tahun pada 18 September.

“Saya tidak melihat sesuatu yang istimewa pada pemain muda kami. Mereka hanya meniru gaya orang lain, ada yang mencoba mengadopsi gaya Indonesia," kata Koo Kien Keat.

"Untuk menjadi pemain spesial, juara ... mereka harus memiliki karisma, karakter, dan sikap sendiri, mereka harus luar biasa dan menjadi ikon mereka sendiri," ungkapnya.

Sementara dia ingin melihat pemain Malaysia memantapkan diri sebagai bintang yang memiliki reputasi baik, Kien Keat berharap para pemain muda tidak terlalu keras pada diri mereka sendiri.

“Saya adalah seorang pemain dan saya memahami tantangan. Apa pun itu, jadilah yang Anda inginkan, tetapi temukan ceruk dan gaya Anda sendiri. Jangan mengikuti tekanan dari luar. Saya berharap mereka akan termotivasi untuk mengungguli orang lain," ujarnya.

Kien Keat baru berusia 19 tahun ketika dia menoleh dengan penampilannya yang keren, percaya diri, dan luar biasa selama acara besar pertamanya yakni kejuaraan Piala Thomas 2004 di Jakarta, Indonesia.

Bersama dengan Chew Choon Eng, mereka hampir membuat kejutan saat menghadapi Eng Hian/Flandi Limpele asal Indonesia saat Malaysia kalah 1-3 di perempat final.

Itu adalah awal bagi Kien Keat yang flamboyan saat ia menjadi tak kenal takut dan ambisius dalam perjalanan untuk memenangkan Asian Games (2006), All-England (2007) dan banyak gelar Open bersama Tan Boon Heong.

Duo ini juga nyaris memenangkan gelar juara dunia sebelum kalah melawan Fu Haifeng/Cai Yun dari China di final Paris 2010.

“Saya disebut arogan karena gaya permainan saya tapi saya menikmati setiap momen yang saya mainkan sebagai Koo Kien Keat. Ini memberi saya sensasi untuk melakukan bidikan indah yang berhasil,” kata Kien Keat.

“Saya menyukai gerakan gerakan ganda, tembakan yang menipu. Saya selalu menantang diri saya sendiri untuk mengantisipasi trik lawan dan bertekad menunjukkan siapa yang lebih cepat. Itu semua tentang permainan pikiran bagi saya, mencoba untuk mengintimidasi dan mengakali lawan, beberapa melihatnya sebagai kesombongan tapi tidak masalah bagi saya,” Kien Keat menambahkan.

Kien Keat meninggalkan tim nasional pada 2014 dan mencoba lolos ke Olimpiade Rio 2016 sebagai pemain profesional tetapi gagal lolos.

Dia berhenti bermain secara kompetitif dan menjadi pelatih pengembangan Badminton Asia sambil melakukan beberapa bisnis online.

Sekarang, dia telah mendirikan pusat pelatihan pribadinya yakni stadion bulu tangkis KK Koo di Kota Damansara dan baru-baru ini ditunjuk sebagai duta untuk Young (sebelumnya dikenal sebagai Yang Yang), merek peralatan lokal.

“Saya berharap dapat menginspirasi generasi muda para pebulutangkis sebagai duta muda dengan mengedepankan rasa percaya diri dan gaya berpakaian,” tegas Koo Kien Keat, ayah dua anak Nayson (enam) dan Kyra (tiga).

Artikel Tag: Koo Kien Keat, Tan Boon Heong, Piala Thomas 2020

690  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini