Penyakit Parkinson Diyakini Tak Akan Goyahkan Posisi Poul Eric Hoyer Sebagai Presiden BWF

Penulis: Yusuf Efendi
Sabtu 05 Sep 2020, 14:30 WIB
Penyakit Parkinson Diyakini Tak Akan Goyahkan Posisi Poul Eric Hoyer Sebagai Presiden BWF

Poul Eric Hoyer Larsen/[Foto:Thestar]

Berita Badminton : Sebagai pemain, Poul Erik Hoyer Larsen asal Denmark berjuang melawan segala rintangan untuk memenangkan medali emas tunggal di Olimpiade Atlanta 1996. Dan sekarang sebagai administrator olahraga top, Hoyer memiliki pertarungan lain di tangannya.

Orang Denmark, yang merupakan presiden Federasi Badminton Dunia ( BWF ), telah didiagnosis dengan penyakit Parkinson.

Hoyer, yang akan berusia 55 tahun pada 20 September mendatang, membenarkan sebuah artikel surat kabar Denmark yang diterbitkan pada hari Rabu bahwa dia didiagnosis dengan penyakit saraf Parkinson beberapa tahun yang lalu.

“Saya rasa sekarang adalah waktu yang tepat untuk mempublikasikan berita ini,” kata Hoyer, dalam keterangannya di situs badan bulu tangkis dunia.

“Dalam sebuah artikel berita baru-baru ini, saya membuat keputusan untuk mengungkapkan secara rinci kondisi saya yang hingga saat ini saya rahasiakan untuk alasan pribadi."

“Ilmu kedokteran telah berkembang pesat dalam menangani penyakit Parkinson dan saya merasakan dampak penyakit yang sangat kecil di semua bidang kehidupan saya sehari-hari," ungkapnya.

“Upaya penuh saya benar-benar terfokus pada memimpin BWF dan memenuhi peran saya sebagai anggota Komite Olimpiade Internasional. Saya ingin berterima kasih kepada bulutangkis dan komunitas olahraga atas dukungan mereka yang berkelanjutan dan saya berharap dapat memimpin BWF karena kami berencana untuk kembali dengan selamat ke bulu tangkis internasional," jelas Hoyer.

Sebagai pemain Poul Eric Hoyer telah berpartisipasi dalam tiga Olimpiade dan memenangkan medali emas tunggal putra di Olimpiade Atlanta 1996. Ia terpilih sebagai Presiden BWF sejak 2013 lalu dan terpilih kembali pada 2017 hingga sekarang.

Artikel Tag: Poul Eric Hoyer Larsen, BWF, Parkinson

500  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini