Pelatih Legendaris Ini Jadi Inspirasi Indra Wijaya Untuk Angkat Prestasi Tim Malaysia

Penulis: Yusuf Efendi
Minggu 24 Mei 2020, 04:00 WIB
Pelatih Legendaris Ini Jadi Inspirasi Indra Wijaya Untuk Angkat Prestasi Tim Malaysia

Tang Hsienhu Bersama Indra Wijaya muda dan Candra Wijaya/[Foto:Thestar]

Berita Badminton : Pelatih kepala tunggal putri yang baru diangkat, Indra Wijaya asal Indonesia memiliki motivasi ekstra untuk mengubah sektor tunggal putri Malaysia menjadi kekuatan yang harus diperhitungkan.

Indra yang berusia 46 tahun ingin tetap hidup sebagai warisan mentor lamanya dan mantan pelatih legendaris, Tang Hsienhu, juga dikenal sebagai "The Thing" (pahlawan komik Marvel) di antara para pelatih top bulu tangkis dunia.

Indra bergabung dengan Federasi Badminton Malaysia (BAM) sebagai pelatih tunggal putra pada tahun 2016 tetapi sekarang, ia bertanggung jawab atas enam pemain tunggal putri yakni Soniia Cheah, S. Kisona, Goh Jin Wei, Lee Ying Ying, Eoon Qi Xuan dan K. Letshanaa.

“Saya senang dengan peran baru di BAM. Saya ingin menjadi pelatih yang baik seperti mentor saya dan saya percaya itu adalah tanggung jawab saya untuk mempertahankan nama dan reputasinya,” kata Indra.

Hsienhu bermain untuk Indonesia antara tahun 1961 dan 1979 sebelum beralih ke kepelatihan pada 1981. Dia berganti kamp pelatihan nasional antara Indonesia dan China beberapa kali. Dia bersama Indonesia (1981 dan 1987-1998) dan China (1982-1987 dan 1998 hingga pensiun pada 2010).

Hsienhu, yang dapat berbicara dalam Bahasa Indonesia, adalah tokoh berpengaruh bagi juara dunia lima kali Lin Dan dan dikreditkan sebagai orang di balik kemenangan medali emasnya di Olimpiade Beijing 2008.

Indra mengatakan dia baru berusia 13 ketika dia ditempatkan di bawah bimbingan Hsienhu bersama dengan kakak lelakinya, Candra Wijaya.

“Kemudian, Candra dan saya bergabung dengannya di tim nasional. Saya sudah belajar banyak darinya. Dia mengajari saya tidak hanya trik dalam bulutangkis tetapi juga bagaimana menjadi orang baik dalam kehidupan,” kata Indra.

“Saya masih tetap berhubungan dengannya. Bahkan, ia merayakan ulang tahunnya yang ke-74 tahun ini (13 Maret). Saya mendapatkan beberapa masukan pelatihan darinya secara teratur juga. Dia akan selalu menjadi guruku,” ungkapnya.

Indra mengatakan karir kepelatihannya yang membentang lebih dari satu dekade telah diperkaya, berkat pengalaman dan pengetahuan dari Hsienhu, yang berbasis di Dongguan di Provinsi Guangdong.

“Saya meninggalkan Indonesia pada tahun 2000 dan bermain untuk Singapura selama empat tahun. Kemudian, saya membantu kakak saya Candra di akademinya di Jakarta selama dua tahun. Saya menjadi pelatih penuh waktu setelah itu,” kata Indra, yang merupakan anggota tim pemenang Piala Thomas 1998 di Hong Kong.

“Saya bersama Korea Selatan untuk sementara waktu sebelum saya bergabung dengan Malaysia. Di Korea Selatan, saya harus mengakui bahwa saya menghabiskan lebih banyak waktu dengan para pemain putra daripada pemain putri."

“Jadi, menangani tunggal putri di Malaysia ini akan menjadi tantangan baru bagi saya, tetapi satu yang saya tunggu-tunggu,” tambahnya.

Indra mengatakan dia akan mulai dengan membangun kepercayaan para pemain terlebih dahulu.

“Saya melakukan hal yang sama ketika saya mulai sebagai pelatih cadangan untuk Lee Zii Jia, Leong Jun Hao dan Cheam June Wei pada 2016. Saya akan melakukan hal yang sama dengan para pemain putri juga. Setiap pemain memiliki karakter yang berbeda dan saya perlu mengenal mereka lebih baik terlebih dahulu,” katanya.

“Bagi saya, membangun kepercayaan diri mereka adalah fondasi, dan itu tidak mudah dan butuh waktu. Saya tak sabar untuk menjadikannya sebagai pelatihan yang sukses," tegas pelatih Indonesia itu.

Artikel Tag: indra wijaya, Tang Hsienhu, Canda Wijaya, Indonesia, China

685  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini