Pelatih Jepang Lee Wan Wah: Masih Terlalu Dini Tanggapi Time Clock 25 Detik

Lee Wan Wah/[Foto:Thestar]
Jakarta - Pelatih ganda Jepang, Lee Wan Wah, percaya bahwa sistem jam waktu Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) memiliki pro dan kontra, tetapi mengatakan masih terlalu dini untuk sepenuhnya menilai dampaknya.
Aturan baru ini, yang hanya memperbolehkan 25 detik antara reli, baru digunakan selama beberapa hari di Indonesian Masters yang sedang berlangsung di Jakarta.
Lee Wan Wah mengatakan bahwa jeda yang dipersingkat dapat mengganggu momentum pemain, terutama ketika mereka sedang dalam rentetan kemenangan.
“Maksud saya, selalu ada pro dan kontra. Terkadang, ketika Anda sedang dalam rentetan poin bagus, itu bisa membuat frustrasi,” kata Wan Wah.
Namun, Lee Wan Wah juga percaya bahwa para pemain tidak punya banyak pilihan selain belajar dan beradaptasi, meskipun BWF telah menyatakan bahwa sistem tersebut masih dalam tahap uji coba.
“Tapi menurut saya Anda bisa mengendalikannya karena Anda adalah server. Aturannya menyatakan bahwa penerima harus siap sebelum server. Jadi, ada pro dan kontranya.”
“Karena ini aturan baru, saya rasa akan butuh waktu bagi para pemain untuk beradaptasi sepenuhnya,” kata Wan Wah.
BWF memperkenalkan aturan baru ini setelah para pemain menyuarakan kekhawatiran bahwa wasit menerapkan penundaan secara tidak konsisten, dan aturan ini telah berlaku sejak babak kualifikasi.
Berdasarkan aturan tersebut, setelah reli, pemain yang melakukan servis memiliki waktu 25 detik untuk mengambil posisi dan bersiap untuk melakukan servis.
Penerima juga memiliki waktu 25 detik untuk bersiap, tetapi begitu server siap, reli harus segera dimulai tanpa penundaan.
Dalam waktu 25 detik, pemain dapat berbicara dengan pelatih mereka, menyeka keringat, minum, mengikat tali sepatu, atau menggunakan semprotan pendingin tanpa izin wasit, tetapi jika mereka kalah dalam reli, mereka harus segera mengikuti instruksi wasit.
Pergantian shuttle dan pembersihan lapangan harus dikoordinasikan dengan wasit, diminta segera, dan diselesaikan dalam waktu 25 detik.
Mengepel sebentar akan membuat penghitung waktu tetap berjalan, sedangkan mengepel lebih lama akan menghentikannya, dan pemain harus siap untuk melanjutkannya segera setelah selesai.
Artikel Tag: Lee Wan Wah, BWF World Tour, Indonesia Masters 2026
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/pelatih-jepang-lee-wan-wah-masih-terlalu-dini-tanggapi-time-clock-25-detik
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini