Morten Frost Yakin Denmark Mampu Gelar Piala Thomas Uber

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 14 Sep 2020, 15:15 WIB
Morten Frost Yakin Demark Yakin Siap Gelar Piala Thomas dan Uber

Morten Frost/[Foto:NST]

Berita Badminton : Mantan direktur teknik BAM yang juga legenda bulu tangkis Denmark, Morten Frost yakin bahwa kejuaraan Piala Thomas Uber harus berjalan sesuai rencana yakni pada 3-11 Oktober di Aarhus, Denmark.

Mantan pemain Denmark itu yakin negara asalnya telah mempertimbangkan semua faktor risiko Covid-19 dan sepenuhnya siap menjadi tuan rumah kejuaraan dua tahunan.

Hal ini menyusul seruan Federasi Badminton Dunia (BWF) untuk membatalkan kejuaraan beregu paling bergengsi di dunia setelah beberapa tim papan atas, termasuk juara 13 kali, Indonesia mundur dari kedua kompetisi pekan lalu. Yang mengundurkan diri sebelumnya adalah Taiwan, Thailand, Korea Selatan dan Australia.

Berbicara kepada Timesport kemarin, Frost mengatakan: "Badminton Denmark (BD) yakin mereka dapat menggelar semua turnamen (termasuk Denmark Open dan Denmark Masters) dengan aman dan sukses. Kami bersama dengan banyak pecinta bulu tangkis lainnya sangat menantikan dimulainya turnamen internasional," kata Frost.

"Ini harus dimulai di suatu tempat, dan saya akan bangga sebagai pemenang delapan kali Denmark Open, karena Denmark memulai semuanya setelah jeda yang lama."

Pria berusia 62 tahun itu juga merasa Denmark harus diberi kesempatan untuk membuktikan efisiensinya dalam menangani pandemi Covid-19 karena mereka adalah salah satu negara terkemuka dengan jumlah pengujian per kapita terbanyak.

Menurut Frost, Denmark telah mencoba dan menguji menyelenggarakan acara olahraga lainnya selama pandemi tanpa banyak masalah. Denmark telah menggelar acara bulu tangkis yang disiarkan televisi. Sepak bola Super League bergulir dengan penonton sementara handball dalam ruangan telah dimulai, ini juga dengan penonton.

"Jelas bukan kapasitas penuh, tapi angka aman untuk memastikan jarak sosial."

Mengenai kejuaraan Piala Thomas Uber akan dibatalkan, Morten Frost berkata: "Jika China dan Jepang mundur, maka itu tidak akan terlihat bagus," katanya.

"Saya pikir itu tergantung pada komunikasi yang baik, jelaskan semua langkah dan tindakan pencegahan. Kemudian, saya yakin orang akan mengerti," tambah Frost.

Sampai saat ini, BWF telah mengonfirmasi bahwa Finlandia dan Swedia telah menerima undangan untuk bergabung dengan Piala Thomas dan Uber, tetapi masih harus dilihat apakah negara-negara top lainnya akan menarik diri mendekati tanggal penutupan pada hari Jumat.

Artikel Tag: morten frost, Denmark, Piala Thomas 2020, Piala Uber 2020

624  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini