Lewati Masa Inkonsistensi, Performa Praveen Jordan Kian Mantap

Penulis: Yusuf Efendi
Minggu 05 Apr 2020, 07:30 WIB
Lewati Masa Inkonsistensi, Performa Praveen Jordan Kian Mantap

Praveen Jordan-Melati Daeva Oktavianti/[Foto:PBSI]

Berita Badminton: Dua kata umumnya dikaitkan dengan Praveen Jordan. Yang pertama adalah 'bakat', yang kedua adalah 'inkonsistensi'. Ada pemain yang mampu mengasah bakat mereka dengan konsistensi tanpa banyak kesulitan. Lalu ada orang-orang, seperti Jordan, yang berjuang untuk mendamaikan satu dengan yang lain.

Berbicara tentang pemain spesialis ganda campuran Indonesia itu, mantan pemain peringkat 1 dunia asal Denmark yang kini menjadi pelatih, Joachim Fischer Nielsen memberikan pandangannya.

“Saya pikir dia pemain yang luar biasa. Beberapa pasang surut, dia seperti itu dalam karirnya, tetapi mereka harus mengharapkannya. Dia memiliki turnamennya di mana dia mencapai level yang menurutmu gila, dan mungkin ada turnamen yang menurutmu bagaimana dia bisa serendah itu. Tapi begitulah gayanya," kata Nielsen.

Sementara mantan pasangan Praveen, Debby Susanto merujuk pada dua sifat dominannya ketika dia pensiun tahun lalu.

“Saya bermain dengan Praveen selama tiga atau empat tahun dan saya mendapatkan kemenangan terbesar saya bersamanya. Dia pemain yang berbakat, dia masih muda. Saya pikir dia bisa menjadi lima besar di antara para pemain putra top dunia, tetapi masalahnya adalah inkonsistensi. Terkadang dia melakukan banyak kesalahan. Itulah satu-satunya masalah. Jika dia bisa mengatasinya, dia bisa menjadi pemain yang sangat bagus,” ungkap Debby.

Sebuah contoh yang baik dari apa yang ia mampu lihat yakni di final YONEX All England, ketika ia berhasil menghancurkan pertahanan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai di game ketiga.

Penghargaan untuk kemenangan ini juga harus diberikan kepada pasangannya yang tampil sangat tenang, Melati Daeva Oktavianti, yang mengarahkan pasangan ini melewati masa-masa sulit.

Ketika Jordan menemukan levelnya, dia bisa menghantam jalan melalui pertahanan terbaik, tidak hanya smash yang kuat diarahkan dari sudut yang curam, dia juga memiliki beberapa smash unik yang tidak mungkin diantisipasi lawan.

Untuk pelatih mereka, Nova Widianto, kemenangan itu merupakan penegasan dari kualitas yang melekat dari Praveen/Melati dan seberapa jauh mereka telah kembali.

“Persiapan mereka kali ini memang bagus. Kami telah melihat bahwa Praveen memiliki masalah non-teknis, sementara Meli (Oktavianti) memiliki masalah dalam hal pertahanan. Dan di sini (pada akhirnya) kelemahan mereka hampir tidak terlihat. Praveen dapat fokus bahkan setelah dia melakukan kesalahan.

"Meli juga memainkan pertahanan yang bagus. Untuk final saya tidak takut tentang pola permainan, tetapi lebih banyak faktor mental, psikologis. Terutama Meli, dia sering tegang saat bermain di final. Tapi ternyata hasilnya tidak terduga.

"Meli luar biasa, dari putaran pertama hingga final. Kami tidak terkejut dengan hasil ini, karena kami benar-benar bersiap untuk segalanya,” jelas mantan pemain peringkat 1 dunia itu.

Praveen dan Melati sadar betapa suksesnya mereka kali ini. Kemenangan beruntun mereka di Denmark dan Perancis kemudian diikuti oleh penampilan biasa-biasa saja di lima turnamen mungkin belum menunjukkan hal itu. Namun, kemenangan di All England bagi Praveen/Melati mungkin bisa menandakan babak baru dalam karir mereka.

Artikel Tag: Praveen Jordan, All England 2020, Melati Daeva Oktavianti

5563  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini