banner babe

Kejuaraan Dunia Junior 2019: Cerita Keberhasilan Strategi Bongkar Pasang Pemain

Penulis: Yusuf Efendi
Senin 07 Okt 2019, 16:00 WIB
Kejuaraan Dunia Junior 2019: Cerita Keberhasilan Strategi Bongkar Pasang Pemain

Putri Syaikah-Febriana Dwipuji Kusuma/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Tim junior Indonesia baru saja mencatat sejarah dengan menjadi juara pertama kalinya di turnamen beregu campuran Kejuaraan Dunia Junior 2019 yang berlangsung di Kazan, Rusia dengan menerjunkan beberapa pasangan dadakan.

Meskipun begitu, ini adalah adalah strategi yang sengaja dilakukan para pelatih melihat karakteristik yang sesuai dengan para pemain China di final. Indah Cahya Sari Jamil biasanya memang dipasangkan dengan Leo Rolly Carnando.

Mereka saat ini juga bertengger di posisi peringkat 1 dunia junior. Namun di dua laga terakhir menghadapi Thailand di semifinal dan China di final, Indah dipasangkan dengan Daniel Martin yang mempunyai stamina yang kuat dan power yang cukup kencang.

Pasangan dadakan ini terbukti menjadi penyelamat Indonesia karena pada akhirnya Indah/Daniel mampu meraup poin penuh dan memastikan kemenangan bagi tim Indonesia.

"Keputusan menurunkan pemain itu dilihat dari kondisi lapangan, shuttlecock dan sebagainya. Kalau di beregu kan pelatih bisa menurunkan siapa yang saat itu dinilai paling siap. Memasangkan Indah dengan Daniel adalah bagian dari strategi. Salah satunya kalau lihat shuttlecock yang kencang, cocok sama Daniel yang powerful," jelas Vita Marissa, pelatih ganda campuran Indonesia.

Selain Indah/Daniel, pasangan dadakan lainnya yang mampu mengubah peruntungan tim Indonesia adalah Putri Syaikah dan juga Febriana Dwipuji Kusumah. Meski Putri saat ini menempati peringkat 1 dunia junior bersama Nita Violina Marwah, namun pelatih mempercayakan duet Putri dan juga Febriana. Febriana juga bukan pemain sembarangan karena Ia adalah mantan juara Asia Junior bersama dengan Ribka Sugiarto yang kini naik ke level senior. Dan duet Putri/Febriana akhirnya sukses menjadi penentu kemenangan tim Indonesia menghadapi China dengan mengandaskan perlawanan Li Yi Jing/Tan Ning 16-21, 25-23 dan 21-13.

"Saya lihat di semifinal, Putri/Nita mainnya nggak lepas. Lalu saya lihat Daniel/Indah seperti ada suasana baru. Saya pun bukan asal-asalan memutuskan Putri berpasangan sama Ana (Febriana). Tapi dari Jakarta sudah ada plan untuk memasangkan Ana dengan Putri atau Ana dengan Nita," ujar Rudi Gunawan Haditono.

"Setelah melihat karakter lawan, pasangan Tiongkok ini harus dihadapi dengan pola main yang ada di Ana dan Putri, makanya saya memasangkan mereka. Saya juga perlu pemain yang mau fight, kerja keras dan itu ada di Ana," tambah Rudi.

Di kejuaraan individual Kejuaraan Dunia Junior 2019 yang akan dimulai pada Senin (7/10), para pemain Indonesia akan bertarung kembali untuk menjadi yang terbaik di turnamen yang juga dikenal dengan nama Piala Eye Level.

Tahun lalu di Ontario Kanada, Indonesia sukses merebut gelar dari sektor ganda campuran lewat pasangan, Leo Rolly Carnando/Indah Cahya Sari Jamil yang mengalahkan rekan senegaranya, Rehan Naufal Kusharjanto/Siti Fadia Silva Ramadhanti dengan 21-15 dan 21-9.

Artikel Tag: Daniel Martin, Indah Cahya Sari Jamil, Putri Syaikah, Febriana Dwipuji Kusuma, Kejuaraan Dunia Junior 2019

1292  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini