Jadi Legenda Bulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat Cerita Masa Kecilnya

Penulis: Viggo Tristan
Selasa 07 Sep 2021, 21:49 WIB
Taufik Hidayat cerita perjalanan masa kecilnya sebelum jadi primadona bulutangkis tanah air.

Taufik Hidayat cerita perjalanan masa kecilnya hingga jadi pebulutangkis handal. (Gambar: Jawapos)

Ligaolahraga.com -

Berita Badminton Indonesia : Mantan tunggal putra Indonesia yaitu Taufik Hidayat menceritakan masa kecilnya yang pahit. Sebelum terkenal jadi pebulutangkis ternama di tanah air, Taufik dapat didikan keras dari orang tuanya.

Sewaktu masih kecil, Taufik Hidayat tidak langsung bermain bulutangkis. Ia lebih suka bermain sepak bola bersama teman-temannya. Ayah Taufik ternyata kurang suka ketika anaknya bermain bola. Alasannya sepele karena Taufik sering bermain di tengah cuaca yang panas, atau hujan deras sekalipun. Ayahnya kemudian memaksa Taufik untuk mencoba olahraga baru yakni bulutangkis. Siapa sangka, didikan keras ayahnya itu berbuah jadi karier yang manis.

Taufik adalah salah satu pemain terbaik yang dikenal hingga mancanegara. Banyak pemain-pemain lokal ataupun internasional yang masih mengidolakannya walau sudah lama pensiun.

“Bokaplah siapa lagi (saat ditanya siapa yang membuatnya terjun ke bulu tangkis). Saat itu umur 7 atau 8 tahun. Dulu Bokap lihat gua main bola panas-panasan, hujan-hujanan pas balik sekolah terus dia marah-marah,” ucap Taufik.

“Suatu saat nyolong-nyolong (waktu) buat main bola, diambil golok, terus depan pintu langsung (ditusuk). Gua langsung nangis. Bokap bilang mulai besok tidak ada main bola lagi. Diajak suruh main bulu tangkis, jadilah main bulu tangkis. Sejak saat itu main sama teman-teman bokap di kampung, di Pengalengan.Terus gua mulai suka (bermain bulu tangkis) sampai pada akhirnya dua tahun kemudian dimasukin ke klub di Bandung,” tambahnya.

Artikel Tag: taufik hidayat, Indonesia

Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/jadi-legenda-bulutangkis-indonesia-taufik-hidayat-cerita-masa-kecilnya
661  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini