Iskandar Zulkarnain Ubah Mentalitas Tunggal Putri Menjadi Petarung

Iskandar Zulkarnain/[Foto:NST]
Kuala Lumpur - Mentalitas petarung mulai membentuk kembali departemen tunggal putri Malaysia, dan Wong Ling Ching percaya bahwa perubahan budaya di bawah pelatih Iskandar Zulkarnain Zainuddin sudah membuahkan hasil.
Pemain peringkat 40 dunia, Ling Ching, mengatakan bahwa pendekatan Iskandar telah menyuntikkan intensitas baru ke dalam pelatihan, menginspirasi para pemain untuk meningkatkan standar mereka.
"Pelatih Iskandar adalah seorang petarung, dia selalu menjadi petarung bahkan sejak masih menjadi pemain," kata Ling Ching.
"Jadi, ketika pelatih berjuang, para pemain harus mengikutinya."
Pemain berusia 22 tahun itu menambahkan bahwa semangat baru telah menciptakan lingkungan yang lebih bersemangat di dalam skuad, terutama bersama pemain peringkat 38 dunia K. Letshanaa, karena tim tersebut mengincar target jangka panjang seperti Piala Uber.
"Bukan hanya saya atau Letshanaa yang mengalami peningkatan," tambah warga Sarawak itu.
"Saya merasa bahwa seluruh sektor lajang wanita menunjukkan peningkatan seiring dengan meningkatnya lingkungan dan kualitas pelatihan kami."
Sentuhan Iskandar tidak butuh waktu lama untuk membuahkan hasil.
Ling Ching melaju ke semifinal Thailand Masters bulan lalu, menandakan kemajuan dalam perkembangannya, sementara Letshanaa mencapai semifinal Indonesian Masters, menandai penampilan empat besar pertamanya di turnamen Super 500.
Yang lebih menggembirakan lagi, pemain peringkat 38 dunia Letshanaa mengejutkan pemain Kanada peringkat 11 dunia Michelle Li di babak kedua, yang menggarisbawahi tumbuhnya kepercayaan diri di dalam tim.
Namun, Ling Ching berterus terang ketika merefleksikan penampilan tim nasional yang kurang memuaskan di Kejuaraan Beregu Bulu Tangkis Asia di Qingdao, China pekan lalu.
Malaysia tersingkir di perempat final oleh Korea Selatan. Dia mengakui bahwa penampilan individunya belum sesuai dengan harapannya sendiri.
"Saya merasa bahwa untuk turnamen tahun ini, penampilan saya belum sesuai dengan harapan saya, dan harapan para pelatih," katanya.
Ling Ching mengungkapkan bahwa dalam upayanya untuk menambah keterampilan baru dalam permainannya musim ini, ia mungkin untuk sementara mengorbankan konsistensi yang menjadi ciri khas penampilannya tahun lalu.
Dia mengakui merasa tidak nyaman di lapangan pada beberapa kesempatan dan mengatakan bahwa sekarang dia bekerja sama dengan para pelatihnya untuk menemukan kembali stabilitas dalam permainannya.
Terlepas dari kemunduran baru-baru ini, Ling Ching tetap optimis bahwa standar keseluruhan di nomor tunggal putri semakin membaik, dan ia mengaitkan tren peningkatan tersebut dengan suasana pelatihan yang lebih sehat.
Ling Ching selanjutnya akan berkompetisi di German Open mulai 24 Februari hingga 1 Maret, diikuti oleh Swiss Open mulai 10-15 Maret dan Orleans Masters mulai 17-22 Maret, dalam upayanya untuk menerjemahkan kemajuan dalam latihan menjadi hasil yang lebih baik di panggung internasional.
Artikel Tag: iskandar zulkarnain, k letshanaa, wong ling ching
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/iskandar-zulkarnain-ubah-mentalitas-tunggal-putri-menjadi-petarung
























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini