Hore! Indonesia Klaim Siap Gelar BWF Tour Asia di Bulan November 2020

Penulis: Yusuf Efendi
Selasa 01 Sep 2020, 19:00 WIB
Hore! Indonesia Klaim Siap Gelar BWF Tour Asia di Bulan November 2020

Kevin Sanjaya Sukamuljo-Marcus Fernaldi Gideon/[Foto:PBSI]

Berita Badminton : Dengan Malaysia keluar dari pencalonan tuan rumah setelah perbatasannya ditutup, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) telah mengisyaratkan bahwa mereka akan menjadi tuan rumah dua turnamen World Tour Federasi Badminton Dunia (BWF) yang diusulkan di Asia pada bulan November.

Dalam kalender World Tour yang direvisi dan dirilis Jumat lalu, BWF mencatatkan Asia Open 1 (10-15 November) dan Asia Open 2 (17-22 November), keduanya dengan hadiah minimal US $ 1 juta (RM4,17 juta) atau berkisar 14,5 miliar rupiah setiap turnamen di antara lima turnamen untuk menyelamatkan musim yang ditangguhkan sejak selesainya All England pada pertengahan Maret.

Sementara Denmark akan menjadi tuan rumah dua leg pertama bulan depan, tujuan kedua leg di Asia, serta World Tour Finals akhir musim pada bulan Desember, belum ditentukan.

Denmark akan melanjutkan dengan rencana untuk menggelar Danisa Denmark Open senilai US $ 750.000 (RM3,12 juta) atau berkisar 11 miliar rupiah dari 13-18 Oktober dengan Denmark Open 2, membawa hadiah yang sama, yang akan digelar mulai 20-25 Oktober.

Keduanya akan membentuk tiga acara "Danish Swing" yang dimulai dengan kejuaraan Piala Thomas dan Uber dari 3-11 Oktober.

Sementara negara yang menjadi tuan rumah dua Tour Asia masih tetap menjadi permainan tebak-tebakan, pernyataan sekjen PBSI, Achmad Budiharto di situs resminya mungkin telah menjelaskan tujuan akhir dari dua leg Tour.

Achmad mengatakan bahwa ada kemungkinan Indonesia menjadi tuan rumah kedua turnamen tersebut dan PBSI akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan BWF.

“Rangkaian (turnamen) di Asia mungkin ada di Indonesia, (tapi) banyak hal yang perlu dibicarakan karena ini persoalan yang cukup pelik,” kata Achmad.

“Sudah ada lampu hijau dari pemerintah untuk acara olahraga yang akan digelar di Indonesia, tapi dengan protokol (keselamatan) Covid-19 karena perhatian utamanya adalah keselamatan atlet dan pemangku kepentingan lainnya,” tambahnya.

PBSI terpaksa membatalkan Indonesia Open yang sedianya dijadwalkan 17-22 November di Jakarta. Turnamen ini menyediakan hadiah uang yang menggiurkan senilai US $ 1,35 juta (RM5,62 juta) atau berkisar 19,5 miliar rupiah, yang menjadikannya turnamen berhadiah terbesar kedua setelah World Tour Finals senilai US $ 1,5 juta (RM6,25 juta) atau berkisar 21,7 miliar rupiah.

Selain Malaysia, China juga tidak masuk dalam daftar karena pembatasan pemerintah dan alasan keuangan, sehingga Indonesia yang gila bulu tangkis terlihat seperti kandidat yang layak untuk pekerjaan itu.

Sangat tidak mungkin bahwa ada negara lain yang bersedia menjadi sumber untuk jenis sponsor perusahaan yang diperlukan untuk membiayai dua turnamen dengan masing-masing harus menyediakan paling tidak US $ 1 juta atau berkisar 14,5 miliar rupiah di masa-masa sulit ini.

Satu-satunya pertanyaan yang tersisa adalah: Mampukah Indonesia menjamin keselamatan kesehatan dan kesejahteraan rombongan yang bepergian ke negara itu, karena mereka terus melaporkan lonjakan kasus Covid-19. Sekitar 2.700 kasus dilaporkan pada Senin (31/8).

Artikel Tag: BWF, World Tour, PBSI

761  
Komentar

Terima kasih. Komentar Anda sudah disimpan dan menunggu moderasi.

Nama
Email
Komentar
160 karakter tersisa

Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar disini