Carolina Marin Nikmati Momen Olimpiade Paris Setelah Berkutat Dengan Cedera

Carolina Marin/[Foto:AFP]
Berita Badminton : Pebulutangkis Spanyol Carolina Marin pada Rabu mengatakan dia "bahagia seperti anak kecil" di Olimpiade Paris setelah absen di Olimpiade Tokyo tiga tahun lalu karena cedera lutut yang serius.
Marin, juara tunggal putri tahun 2016, menjadi favorit untuk meraih gelar juara Tokyo sampai ia menderita cedera ligamen lutut hanya beberapa bulan sebelum turnamen.
Hal itu membuatnya absen selama satu tahun dan terjadi hanya dua tahun setelah ACL di lututnya yang lain pecah cedera yang membuatnya absen selama delapan bulan di tahun 2019. Dia juga harus menghadapi kematian ayahnya pada tahun 2020.
Pemain berusia 31 tahun, yang saat ini menduduki peringkat keempat dunia, berhasil lolos ke babak sistem gugur di Paris setelah mengalahkan pemain asal Irlandia Rachael Darragh 21-5, 21-5 hanya dalam waktu 27 menit.
Marin mengatakan dia merasa percaya diri dengan permainannya dan mencoba untuk menyerap pengalaman Olimpiade.
“Saya sangat bersemangat ketika datang pada hari pertama untuk latihan,” ujarnya.
"Saya sangat bahagia seperti anak kecil, padahal usia saya sudah 31 tahun. Perasaannya luar biasa dan saya sangat senang berada di sini."
Carolina Marin kembali beraksi dua tahun lalu dan dia sedang dalam performa terbaiknya setelah memenangkan tiga turnamen berturut-turut tahun ini.
Dia mengawali upayanya merebut medali emas Paris dengan kemenangan stabil lainnya, mengalahkan petenis Swiss Jenjira Stadelmann 21-11, 21-19.
“Rasanya luar biasa, saya sangat rindu berada di sini setelah saya melewatkan Olimpiade Tokyo,” ujarnya.
“Berada di sini setelah dua cedera serius pada lutut saya, setelah ayah saya meninggal, sungguh berat bagi saya, namun saya di sini dan saya ingin berjuang demi medali.”
Diakui Marin, tidak ada jaminan dirinya bisa kembali tampil di pentas Olimpiade setelah didera cedera.
"Kamu tidak pernah tahu," katanya.
"Jika kamu tidak percaya, sangat sulit untuk kembali. Dan aku di sini."
Saingan utama Marin untuk meraih gelar di Paris adalah pemain nomor satu dunia asal Korea Selatan An Se-young, juara bertahan Tiongkok Chen Yufei, dan petenis Taiwan Tai Tzu-ying.
“Saya pikir Anda harus memberikan 100 persen melawan lawan mana pun, karena lawan mana pun bisa mengalahkan Anda,” kata Marin.
"Kamu harus benar-benar fokus."
Artikel Tag: carolina marin, olimpiade paris 2024
Published by Ligaolahraga.com at https://www.ligaolahraga.com/badminton/carolina-marin-nikmati-momen-olimpiade-paris-setelah-berkutat-dengan-cedera

























Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar disini