Kanal

Teddy Atlas Prediksi Conor Benn Bakal Bikin Kejutan saat Hadapi Garcia

Penulis: Abdi Ardiansyah
31 Jul 2026, 22:11 WIB

Conor Benn

Berita Tinju - Pertarungan Ryan Garcia melawan Conor Benn dipastikan menjadi salah satu duel paling dinantikan di kelas welter tahun ini. Keduanya dijadwalkan bertemu pada 12 September di T Mobile Arena, Las Vegas, dalam laga yang mempertemukan juara dunia WBC Ryan Garcia dengan penantang wajib asal Inggris.

Meski Garcia berstatus juara bertahan, mantan pelatih dunia yang juga anggota International Boxing Hall of Fame, Teddy Atlas, justru lebih menjagokan Benn untuk keluar sebagai pemenang.

Atlas mengakui Garcia merupakan petinju dengan kemampuan teknik dan bakat alami yang luar biasa. Namun, menurutnya, kualitas tersebut sering kali tidak muncul secara konsisten karena dipengaruhi kondisi mental sang petinju.

"Ryan Garcia memiliki talenta yang sangat besar. Namun selama ini performanya sangat dipengaruhi kondisi mental dan emosinya. Ketika aspek itu tidak berada dalam kondisi terbaik, kemampuan yang dimilikinya tidak selalu terlihat maksimal," ujar Atlas kepada Canada Casino.

Garcia memang sempat mengalami masa sulit dalam dua tahun terakhir. Setelah kemenangan kontroversial atas Devin Haney dibatalkan akibat hasil tes positif zat terlarang ostarine, ia menjalani hukuman larangan bertanding selama satu tahun. Sekembalinya ke ring, Garcia kalah angka dari Rolando Romero sebelum bangkit dengan merebut gelar WBC kelas welter lewat kemenangan mutlak atas Mario Barrios pada Februari lalu.

Meski melihat adanya peningkatan dalam penampilan Garcia saat mengalahkan Barrios, Atlas masih meragukan apakah petinju berusia 27 tahun itu mampu mempertahankan stabilitas performanya saat menghadapi Benn.

"Saya melihat Ryan berada dalam kondisi yang lebih baik dibanding sebelumnya. Pertanyaannya, apakah dia bisa mempertahankan kondisi tersebut? Pada akhirnya saya lebih memilih petinju yang tampil konsisten. Garcia sering tampil luar biasa dalam beberapa momen, tetapi sulit mempertahankannya sepanjang pertarungan."

Menurut Atlas, Benn mungkin tidak memiliki gaya bertarung seatraktif Garcia, tetapi petinju Inggris itu dinilai jauh lebih disiplin dalam menerapkan tekanan sejak ronde awal hingga akhir.

"Conor Benn memang tidak selalu spektakuler, tetapi dia lebih konsisten saat menyerang. Dari sisi mental, saya rasa Benn memiliki sedikit keunggulan. Karena itu, saya cenderung memilih Benn."

Pertarungan ini juga mempertemukan dua petinju yang pernah menghadapi persoalan terkait doping. Garcia sempat dijatuhi sanksi setelah dinyatakan positif menggunakan ostarine pascalaga melawan Devin Haney. Sementara Benn pernah gagal tes doping karena kandungan clomifene menjelang duel melawan Chris Eubank Jr pada 2022, meski kemudian mendapat izin kembali bertanding setelah melalui proses hukum olahraga.

Dengan rekor dan gaya bertarung yang berbeda, duel Ryan Garcia melawan Conor Benn diperkirakan berlangsung sengit. Kemenangan akan semakin memperkuat posisi Garcia sebagai salah satu bintang baru kelas welter, sedangkan Benn berpeluang mencatat kemenangan terbesar sepanjang kariernya sekaligus merebut gelar juara dunia pertamanya.

Artikel Tag: WBC, kelas welter, Teddy Atlas, Ryan Garcia, conor benn

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru