O’Shaquie Foster Yakin Bisa Dominasi Pertarungan Lawan Emanuel Navarrete
O'Shaquie Foster (kanan) dan Emanuel Navarrete. (Foto: Fight TV)
Juara dunia kelas bulu super versi World Boxing Council (WBC), O'Shaquie Foster, menyatakan keyakinannya dapat mendominasi pertarungan melawan Emanuel Navarrete jika keduanya akhirnya bertemu dalam laga unifikasi gelar.
Foster menyampaikan hal tersebut setelah menyaksikan langsung kemenangan Navarrete atas Eduardo Nunez pada Sabtu malam di Desert Diamond Arena.
Dalam pertarungan itu, Navarrete menghentikan Nunez pada ronde ke-11 untuk merebut gelar kelas bulu super versi World Boxing Organization (WBO) dan International Boxing Federation (IBF).
Hasil tersebut membuat Navarrete kini memegang dua sabuk juara dunia di divisi tersebut, sementara Foster tetap memegang gelar WBC.
Pertemuan antara keduanya berpotensi menjadi laga unifikasi besar yang juga dapat menentukan pemilik sabuk juara kosong versi The Ring.
Saat ini Navarrete menempati peringkat pertama divisi kelas bulu super versi The Ring, sementara Foster berada tepat di bawahnya pada posisi kedua.
O'Shaquie Foster mengaku terkejut melihat bagaimana dominan penampilan Navarrete dalam mengalahkan Nunez. Petinju berjuluk “Vaquero” itu dinilai tampil sangat meyakinkan sejak awal pertarungan.
“Itu cukup mengejutkan. Navarrete mendominasi sejak ronde pertama,” kata Foster kepada wartawan setelah pertandingan. “Saya tidak menyangka dia akan menang dengan cara yang begitu mudah.”
Menurut Foster, kondisi fisik Navarrete juga terlihat jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia menilai penampilan petinju Meksiko tersebut tampak lebih tajam dan disiplin di atas ring.
“Saya juga terkejut melihat kondisi fisiknya. Tubuhnya terlihat berbeda dan dia tampak sangat siap,” ujar Foster. “Saya tidak benar-benar mengerti rencana permainan Nunez. Saya kira dia akan meningkatkan aktivitasnya, tapi ternyata tidak. Pengalaman Navarrete tampaknya sangat berpengaruh.”
Meski mengakui performa impresif Navarrete, O'Shaquie Foster tetap percaya diri jika keduanya bertemu di atas ring.
Menurutnya, pertarungan tersebut seharusnya tidak sulit diwujudkan karena mereka berada di bawah promotor yang sama, yakni Top Rank.
“Saya menyukai ide itu. Mari kita wujudkan pertarungannya,” kata Foster. “Navarrete hanya perlu menginginkannya. Kami sudah menunggu pertarungan ini selama bertahun-tahun. Sekarang bahkan lebih besar karena dia sudah menyatukan gelar dan profil saya juga semakin meningkat.”
Petinju asal Houston, Texas, berusia 32 tahun itu bahkan memprediksi dirinya akan mampu mengendalikan jalannya pertarungan jika duel tersebut terjadi.
O'Shaquie Foster menilai Navarrete tidak menunjukkan sesuatu yang benar-benar baru dalam kemenangan atas Nunez, meskipun terlihat lebih rapi dan disiplin dibandingkan sebelumnya.
“Dia memang terlihat lebih tajam, tapi saya tetap melihat diri saya mendominasi pertarungan itu,” ujar Foster. “Saya tidak terlalu memikirkan ukuran tubuhnya. Dari segi keterampilan, saya berbeda dari semua lawan yang pernah dia hadapi. Saya juga tidak mudah lelah.”
Foster memiliki pengalaman menghadapi dan mengalahkan petinju Meksiko sebelumnya.
Ia mencatat kemenangan penting atas Rey Vargas pada Februari 2023 yang sekaligus memberinya gelar juara dunia pertamanya.
Delapan bulan kemudian, O'Shaquie Foster mempertahankan sabuk tersebut dengan menghentikan Eduardo Hernandez melalui kemenangan knockout di Meksiko.
Dalam pertarungan terakhirnya pada Desember lalu, Foster juga tampil dominan saat mengalahkan Stephen Fulton lewat keputusan mutlak juri.
Hasil itu semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu petinju teratas di divisi kelas bulu super.
Dengan Navarrete kini memegang dua gelar juara dunia, peluang duel unifikasi antara kedua petinju tersebut diperkirakan akan menjadi salah satu pertarungan terbesar di divisi ini dalam waktu dekat.
Artikel Tag: Top Rank, Emanuel Navarrete, O'Shaquie Foster