Kanal

Katie Taylor Tutup Karier dengan Kemenangan Meyakinkan di Croke Park

Penulis: Hanif Rusli
06 Sep 2026, 19:37 WIB

Katie Taylor meletakkan sarung tinjunya di tengah ring sebagai tanda berakhirnya karier profesional yang berlangsung selama 10 tahun. (Foto: Fight TV)

Katie Taylor menutup karier tinjunya dengan kemenangan meyakinkan setelah mengalahkan Flora Pili melalui keputusan angka mutlak dalam pertarungan 10 ronde di Croke Park, Dublin, Sabtu (5/9).

Tampil di hadapan 83.000 penonton, Taylor menang dengan skor 100-90, 100-90, dan 98-91.

Hasil tersebut membuat petinju berusia 40 tahun itu menyandang status juara dunia sejati kelas junior welter atau 140 pound.

Katie Taylor (26-1, 6 KO) menambahkan gelar WBC ke dalam koleksi sabuk IBF, WBA, dan WBO yang telah dimilikinya. Dia sebelumnya juga pernah menjadi juara tak terbantahkan di kelas ringan.

Sejak bel pertama, Taylor mengandalkan kecepatan, gerakan kaki, dan jab untuk mengendalikan pertandingan.

Pili kesulitan menemukan jarak yang tepat untuk melancarkan serangan dan lebih banyak mengejar lawannya di sepanjang pertarungan.

Taylor semakin agresif memasuki ronde-ronde berikutnya dengan melepaskan kombinasi empat hingga lima pukulan.

Pili sempat memberikan perlawanan lebih kuat pada ronde ketujuh dengan mendaratkan pukulan kiri dan uppercut ketika Taylor mulai melambat.

Namun, pengalaman Taylor membuat situasi tersebut tidak berkembang menjadi ancaman serius.

Dia kembali menggunakan pola bertarung keluar-masuk jarak dan menjaga Pili tetap kesulitan mendekat.

Taylor menutup pertarungan dengan agresif. Ketika bel menandai 10 detik terakhir dari kariernya, dia mendorong Pili ke tali ring dan melepaskan rentetan pukulan hingga pertandingan berakhir.

Setelah dinyatakan menang, Taylor berkeliling ke setiap sudut ring untuk menerima tepuk tangan penonton.

Dia kemudian meletakkan sarung tinjunya di tengah ring sebagai tanda berakhirnya karier profesional yang berlangsung selama 10 tahun.

"Croke Park, kami berhasil. Kami membawa tinju kembali ke Croke Park," kata Taylor.

Dia juga berterima kasih kepada para pendukung yang telah mengikutinya sejak Olimpiade London 2012, kekalahan di Rio 2016, hingga perjalanan profesionalnya di berbagai negara.

"Saya tidak tahu negara lain yang menjual 80.000 tiket untuk seorang atlet perempuan. Saya yakin Irlandia satu-satunya," ujar Taylor.

Pertarungan tersebut menjadi puncak dari perjalanan luar biasa Taylor di dunia tinju.

Dia menjalani laga profesional pertamanya pada 2016 setelah sebelumnya mencatat karier amatir 176 kemenangan, 12 kekalahan, dan satu hasil imbang.

Taylor juga menjadi bagian penting dalam perjuangan memasukkan tinju putri ke Olimpiade. Dia kemudian memenangkan medali emas di London 2012.

Satu-satunya kekalahan profesional Katie Taylor terjadi dari Chantelle Cameron melalui keputusan angka pada 2023. Dia membalas kekalahan tersebut pada tahun yang sama.

Artikel Tag: Katie Taylor, Chantelle Cameron

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru