Filip Hrgovic Bidik Laga Unifikasi dan Bayaran Besar Usai Menang
Filip Hrgovic merebut sabuk kelas berat IBF sekaligus meningkatkan rekornya menjadi 21 kemenangan dengan 16 KO dan satu kekalahan. (Foto: Fight TV)
Filip Hrgovic langsung mengincar pertarungan besar setelah membuat kejutan dengan menghentikan Moses Itauma pada ronde kesembilan di O2 Arena, London, Sabtu (29/8) malam.
Kemenangan technical knockout (TKO) tersebut membuat Hrgovic merebut sabuk kelas berat IBF sekaligus meningkatkan rekornya menjadi 21 kemenangan dengan 16 KO dan satu kekalahan.
Setelah kemenangan terbesar dalam kariernya, petinju asal Kroasia itu mengaku ingin menghadapi juara dunia lainnya dalam laga unifikasi.
“Selanjutnya saya ingin laga unifikasi. Saya ingin bayaran besar. Dan saya ingin persentase dari pay-per-view karena saya melihat pertarungan ini,” kata Filip Hrgovic kepada The Ring.
Hrgovic memang memiliki alasan kuat untuk menuntut bagian besar dari keuntungan pertarungan berikutnya.
Ia datang ke London sebagai underdog untuk menghadapi Itauma, petinju Inggris berusia 21 tahun yang sebelumnya dipandang sebagai salah satu prospek terbesar di kelas berat.
Itauma sempat menunjukkan kualitasnya. Petinju kidal asal Kent itu menjatuhkan Hrgovic secara singkat pada ronde kedua dan beberapa kali mendaratkan pukulan telak.
Namun, Hrgovic tetap bertahan dan mulai mengambil alih pertarungan ketika stamina Itauma menurun.
“Saya melihat dia mulai kehabisan tenaga. Dia banyak melepaskan pukulan dan bernapas dengan berat. Sejak ronde pertama saya melihat dia bernapas keras,” ujar Hrgovic.
Petinju berusia 34 tahun itu mengatakan sejak awal dirinya yakin pertarungan harus dibawa hingga ronde-ronde akhir.
Ia kemudian memanfaatkan kelelahan Itauma untuk meningkatkan tekanan dan menyelesaikan laga pada ronde kesembilan.
Filip Hrgovic mengakui Itauma memiliki kecepatan yang lebih baik dari perkiraannya.
Ia juga menyebut lawannya tampil lebih bagus daripada yang dibayangkan, meski dirinya merasa Itauma mulai kehilangan efektivitas ketika pertarungan memasuki paruh kedua.
“Saya mengguncang dunia. Saya datang ke kampung halamannya melawan segala kemungkinan. Semua orang berpikir dia akan menghentikan saya dalam beberapa ronde dan dia adalah petinju paling berbakat di divisi ini,” kata Hrgovic.
Kemenangan tersebut juga membuka peluang Hrgovic untuk mengejar laga unifikasi.
Namun, ia secara kontraktual masih diwajibkan menghadapi Frank Sanchez, yang sebelumnya menerima bayaran tujuh digit untuk menyingkir sementara agar pertarungan perebutan gelar IBF antara Hrgovic dan Itauma dapat berlangsung.
Hrgovic bahkan menyarankan Sanchez menerima bayaran besar lainnya agar pertarungan berikutnya bisa digunakan untuk mengejar duel unifikasi.
Saat ini Oleksandr Usyk masih memegang sabuk The Ring, sedangkan gelar badan tinju lainnya dikuasai Murat Gassiev (WBA), Agit Kabayel (WBC), dan Daniel Dubois (WBO).
Dubois merupakan satu-satunya petinju yang pernah mengalahkan Hrgovic.
Petinju Inggris itu menghentikan Hrgovic pada ronde kedelapan pada Juni 2024 akibat luka di sekitar kedua mata Hrgovic, dalam pertarungan untuk memperebutkan gelar interim IBF.
Kini, setelah mengejutkan Itauma, Hrgovic ingin memanfaatkan momentum tersebut untuk mendapatkan pertarungan terbesar sekaligus bayaran terbesar dalam kariernya.
Artikel Tag: Filip Hrgovic