Kanal

Katie Taylor Tutup Karier dengan Gelar Juara Dunia di Croke Park

Penulis: Abdi Ardiansyah
06 Sep 2026, 14:29 WIB

Katie Taylor

Berita Tinju - Katie Taylor akhirnya menutup salah satu karier paling bersejarah dalam tinju wanita dengan cara yang sempurna. Bertanding di Croke Park, Dublin, pada Sabtu, 5 September 2026, Taylor mengalahkan Flora Pili melalui keputusan mutlak dan mengakhiri karier profesionalnya dengan status juara dunia tak terbantahkan.

Tiga juri memberikan kemenangan untuk Taylor dengan skor 100 90, 100 90 dan 98 91. Hasil tersebut membuat Taylor mengakhiri karier dengan rekor 26 kemenangan dan satu kekalahan.

Pertarungan melawan Pili menjadi laga terakhir dari perjalanan profesional Taylor yang berlangsung selama satu dekade. Pada usia 40 tahun, ia meninggalkan ring dengan koleksi gelar WBA, WBC, IBF, WBO, IBO dan sabuk The Ring di kelas welter super.

Namun, perjalanan menuju malam bersejarah tersebut tidak selalu berjalan mulus.

Taylor pernah menjadi juara Olimpiade London 2012 dan mengoleksi lima gelar dunia amatir. Setelah beralih menjadi petinju profesional pada 2016, ia kemudian menjadi juara dunia di dua kelas berbeda dan mencapai status tak terbantahkan di kelas ringan serta kelas welter super.

Salah satu babak terbesar dalam kariernya adalah rivalitas dengan Amanda Serrano. Keduanya bertemu tiga kali, dengan Taylor memenangkan seluruh pertandingan. Pertemuan pertama mereka pada 2022 bahkan menjadi laga tinju wanita pertama yang menjadi pertarungan utama di Madison Square Garden.

Taylor juga pernah mengalami satu satunya kekalahan profesionalnya dari Chantelle Cameron pada Mei 2023. Namun, ia langsung bangkit dan merebut kemenangan dalam pertandingan ulang enam bulan kemudian.

Croke Park menjadi impian terakhir Katie Taylor. Ia bahkan sempat mengatakan bahwa dirinya siap pensiun jika kesempatan bertarung di stadion ikonik tersebut tidak pernah terwujud.

"Saya pernah mengatakan kepada Eddie dan Brian setelah pertarungan terakhir, bagi saya pilihannya hanya Croke Park atau tidak sama sekali. Saya sudah siap menggantung sarung tinju karena tidak ada lagi yang ingin saya kejar selain tampil di sana," ujar Taylor sebelum laga.

Impian tersebut akhirnya terwujud di hadapan sekitar 83.000 penonton. Jumlah tersebut menjadi gambaran besarnya pengaruh Taylor terhadap olahraga di Irlandia dan perkembangan tinju wanita secara global.

"Saya sangat bersyukur atas semua kesempatan yang saya dapatkan. Banyak hal yang dulu hanya menjadi impian masa kecil, menjadi juara Olimpiade, tampil di Madison Square Garden dan bertarung di panggung besar, semuanya benar benar terjadi," kata Taylor.

Setelah bel terakhir berbunyi, Taylor meletakkan sarung tinjunya di tengah ring, menandai berakhirnya perjalanan panjang yang dimulai ketika ia masih berusia 12 tahun dan harus menyamar sebagai anak laki laki agar bisa bertanding melawan petinju putra.

Kini Katie Taylor benar benar meninggalkan ring. Ia tidak sekadar pensiun sebagai mantan juara dunia, tetapi sebagai salah satu tokoh terpenting yang mengubah wajah tinju wanita.

Artikel Tag: WBO, WBA, WBC, IBF, IBO, kelas welter, tinju wanita, Katie Taylor

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru