Ishmael Davis Tak Kenal Libur, Siap Pertahankan Gelar
Ishmael Davis
Berita Tinju: Ishmael Davis membuktikan bahwa kerja keras tak pernah berhenti di dunia tinju profesional. Juara British dan Commonwealth kelas welter super itu terus bertarung tanpa banyak jeda, bahkan saat momen libur akhir tahun.
Pada September lalu, Davis menelan kekalahan ketiga secara beruntun ketika kalah angka terbelah dari Caoimhin Agyarko dalam laga tandang yang menuai perdebatan. Banyak pihak menilai hasil tersebut kontroversial. Namun petinju berjuluk The Black Panther itu tidak larut dalam kekecewaan.
Sebulan kemudian, ia kembali naik ring dalam laga enam ronde untuk menjaga ritme, sebelum meraih kemenangan angka mutlak atas Sam Gilley pada November. Kini, Davis bersiap mempertahankan gelar domestiknya melawan Bilal Fawaz dalam partai tambahan ajang Leigh Wood vs Josh Warrington.
Di tengah jadwal padat itu, waktu istirahatnya nyaris tak ada. Ia mengungkapkan hanya memiliki empat hari libur saat Natal. “Saya cuma punya empat hari sampai Hari Natal. Tapi itu tetap menyenangkan, anak-anak saya bahagia,” ujarnya.
Sebagai ayah dari tujuh anak, Davis mengakui tantangan membagi waktu antara keluarga dan karier. “Menjadi ayah sekaligus atlet itu tidak mudah karena saya hampir selalu latihan. Saya juga sering ambil pertarungan, jadi memang berat. Tapi saya berusaha meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk anak anak,” katanya.
Kekalahan dari Agyarko sempat membuat mentalnya terpukul. Ia merasa layak menang dalam laga tersebut. “Secara emosi saya sempat turun karena merasa seharusnya menang. Jadi saya bilang pada diri sendiri untuk langsung kembali berlatih,” tuturnya.
Sebelumnya, Davis juga pernah kalah dari Serhii Bohachuk dan Josh Kelly, dua laga yang diterimanya dengan persiapan singkat. Kini ia ingin kembali menguji diri di level dunia dengan persiapan penuh.
Menariknya, Kelly baru saja merebut gelar dunia IBF setelah mengalahkan Bakhram Murtazaliev. Davis pun berharap ada kesempatan laga ulang. “Dia tampil bagus. Banyak orang ingin melihat pertarungan terbuka, tapi melawan petinju seperti itu harus cerdas. Dia sudah pernah mengalahkan saya, jadi tentu saya ingin membalasnya,” ucap Davis.
Sebelum memikirkan ambisi tersebut, Davis harus fokus menghadapi Fawaz. Ia mempersiapkan diri dengan berlatih bersama petinju amatir berbakat John Joe Carrigan untuk meningkatkan kualitas teknik dan daya tahan.
Bagi Ishmael Davis, perjalanan menuju level dunia masih panjang. Namun dengan etos kerja dan mental pantang menyerah, ia yakin waktunya akan tiba.
Artikel Tag: Tinju kelas welter