Kanal

Ishmael Davis Fokus Pertahankan Gelar Lawan Bilal Fawaz di Nottingham Arena

Penulis: Hanif Rusli
18 Feb 2026, 10:05 WIB

Ishmael Davis, Bilal Fawaz, Nottingham Arena

Petinju kelas menengah junior Inggris Ishmael Davis menegaskan fokusnya sepenuhnya pada kemampuan bertinju saat menjalani pertahanan gelar pertamanya melawan Bilal Fawaz akhir pekan ini di Nottingham Arena.

Davis menilai latar belakang pribadi lawannya tidak akan menentukan hasil pertarungan di atas ring.

Davis meraih sabuk juara Inggris dan Persemakmuran setelah mengalahkan Sam Gilley melalui keputusan angka mutlak dalam pertarungan 12 ronde di Tottenham Hotspur Stadium pada November lalu.

Kemenangan tersebut terasa emosional bagi petinju berusia 30 tahun itu, mengingat pengalaman pahit yang sebelumnya ia alami dalam beberapa keputusan juri di laga besar.

Sebelum kemenangan tersebut, Ishmael Davis sempat kalah melalui majority decision dari Josh Kelly di Wembley serta kalah split decision dari Caoimhin Agyarko di Belfast.

Rentetan hasil itu membuatnya sempat khawatir keputusan juri kembali tidak berpihak kepadanya saat menghadapi Gilley.

Namun, ketiga juri akhirnya memberikan kemenangan tipis untuk Davis.

Ia mengaku tidak mampu menahan emosi setelah namanya diumumkan sebagai pemenang, terlebih karena kemenangan tersebut menutup rangkaian lima pertarungan dalam kurun 13 bulan yang penuh tekanan.

Menurut Ishmael Davis, tekanan untuk menang sangat besar karena kekalahan lain bisa membuat arah kariernya menjadi tidak jelas.

Ia menyebut pertarungan melawan Gilley sebagai “akhir dari sebuah awal”, menandai berakhirnya fase pembelajaran dalam karier profesionalnya.

Meski sempat berencana beristirahat setelah menjadi juara, Davis justru kembali berlatih hanya beberapa hari kemudian.

Manajernya, mantan juara dunia IBF kelas terbang Sunny Edwards, segera menawarkan kesempatan pertahanan gelar pada Februari.

Davis akhirnya menerima tawaran tersebut karena merasa sulit meninggalkan rutinitas latihan.

Pertarungan melawan Fawaz akan digelar dalam undercard duel antara Leigh Wood dan Josh Warrington.

Fawaz dikenal memiliki perjalanan hidup yang tidak biasa, termasuk masa sulit sebagai pengungsi tanpa kewarganegaraan sebelum akhirnya memperoleh izin kerja dan beralih ke tinju profesional.

Meski menghormati perjuangan lawannya, Davis menegaskan bahwa pertandingan ini sepenuhnya tentang kemampuan di atas ring.

Ia mengaku memahami rasa lapar untuk sukses yang dimiliki Fawaz, tetapi menilai pengalaman bertarung di level tinggi akan menjadi faktor penting dalam duel nanti.

Ishmael Davis menambahkan bahwa tinju tidak ditentukan oleh cerita hidup seseorang, melainkan oleh keterampilan, strategi, dan kemampuan memanfaatkan peluang selama pertarungan berlangsung.

Dengan keyakinan tersebut, ia optimistis dapat mempertahankan gelarnya dan melanjutkan fase baru dalam kariernya sebagai juara Inggris dan Persemakmuran.

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru