Fabio Wardley Ungkap Duel Sesama Inggris Lawan Moses Itauma Masih Mustahil
Fabio Wardley (kanan) dan Moses Itauma. (Foto: Fight TV)
Juara dunia kelas berat WBO, Fabio Wardley, kembali menegaskan bahwa kemungkinan menghadapi rekan satu sasana, Moses Itauma, masih jauh dari kenyataan.
Meski publik dan penggemar tinju Inggris kerap membicarakan potensi duel akbar sesama petinju Britania tersebut, Wardley menyebut pertarungan itu sebagai sesuatu yang “tidak mungkin” untuk saat ini.
Fabio Wardley (20-0, 19 KO) saat ini sedang menyusun rencana bersama timnya untuk mempertahankan gelar dunia WBO kelas berat untuk pertama kalinya, dengan target bertarung pada musim semi.
Beberapa nama sudah masuk dalam radar, termasuk Derek Chisora, yang disebut telah menjadi bahan pembicaraan dalam diskusi awal.
Bahkan Tyson Fury, yang dikabarkan bakal kembali ke ring, juga sempat melontarkan tantangan kepada petinju asal Ipswich tersebut.
Namun, satu nama yang dengan tegas disingkirkan Fabio Wardley dari pembahasan adalah Moses Itauma.
Petinju muda berusia 21 tahun itu dianggap masih berada di luar pertimbangan, terutama karena keduanya berada di bawah bimbingan pelatih yang sama, Ben Davison, di Harlow, Essex.
“Saya rasa itu bukan jembatan yang bisa kami seberangi dalam waktu dekat,” ujar Wardley kepada The Ring.
“Saat ini kami melihat satu sama lain sebagai stablemate. Kami berlatih di gym yang sama, berdampingan setiap hari. Dalam kondisi seperti itu, pertarungan ini benar-benar mustahil.”
Itauma (13-0, 11 KO) sejatinya dijadwalkan menghadapi Jermaine Franklin pada 24 Januari, namun cedera memaksa laga tersebut ditunda hingga 28 Maret.
Meski demikian, promotor Frank Warren tetap berambisi besar untuk mendorong Itauma segera mendapatkan kesempatan perebutan gelar dunia.
Setelah gagal memecahkan rekor Mike Tyson sebagai juara dunia kelas berat termuda sepanjang sejarah, kubu Itauma kini mengincar rekor lain.
Targetnya adalah mematahkan catatan “Prince” Naseem Hamed sebagai juara dunia termuda asal Inggris.
Hamed meraih gelar WBO kelas bulu pada usia 21 tahun tujuh bulan pada September 1995, dan Itauma masih memiliki waktu hingga Juli untuk mengejar rekor tersebut.
Masalahnya, peluang melawan juara dunia Ring Magazine sekaligus pemegang tiga sabuk utama lainnya, Oleksandr Usyk, tampak kecil.
Kondisi ini membuat Fabio Wardley menjadi satu-satunya pemegang gelar dunia kelas berat yang realistis untuk didekati, setidaknya secara teori.
Meski begitu, Wardley tetap menolak keras skenario tersebut. “Saya ingin melihat dia sukses, berkembang, bahkan memecahkan rekor itu,” katanya. “Tapi bukan dengan sabuk saya.”
Wardley memahami antusiasme publik yang membayangkan duel dua gaya bertinju berbeda dari dua petinju Inggris terbaik generasi saat ini.
Namun, menurutnya, situasi dan kondisi belum memungkinkan.
Ia menegaskan bahwa pertarungan antara dirinya dan Itauma baru akan relevan jika keduanya sama-sama mengoleksi lebih dari satu gelar dunia.
“Masih banyak yang harus kami kejar masing-masing,” ujar Wardley. “Mungkin kalau saya punya dua sabuk dan dia juga punya dua, barulah pembicaraan serius itu perlu dilakukan.”
Untuk saat ini, Wardley dan Itauma tetap berjalan di jalur masing-masing, dengan ambisi besar namun tanpa niat saling berhadapan dalam waktu dekat.
Artikel Tag: Fabio Wardley, Moses Itauma, Kelas Berat, Heavyweight, WBO, Tinju, boxing, Inggris, Derek Chisora, Tyson Fury, Ipswich, Ben Davison, Essex, The Ring, Jermaine Franklin, Frank Warren, Mike Tyson, Naseem Hamed, Kelas Bulu, Featherweight, oleksandr usyk, Ukraina