Kanal

Tertinggal 7 Pukulan, Rory McIlroy Yakin Masih Berpeluang di U.S. Open

Penulis: Hanif Rusli
20 Jun 2026, 17:37 WIB

Rory McIlroy menyelesaikan putaran kedua dengan skor 71 atau satu di atas par yang membuat total skornya kembali ke even par setelah 36 hole. (Foto: Golf Digest)

Rory McIlroy tetap optimistis menjaga peluang merebut gelar U.S. Open 2026 meski tertinggal tujuh pukulan dari pemuncak klasemen sementara Wyndham Clark setelah dua putaran di Shinnecock Hills Golf Club, Jumat (19/6).

McIlroy menyelesaikan putaran kedua dengan skor 71 atau satu di atas par. Hasil tersebut membuat total skornya kembali ke even par setelah 36 hole dan menempatkannya terpaut tujuh pukulan dari Clark yang memimpin turnamen.

Meski selisih tersebut cukup lebar, pegolf asal Irlandia Utara itu menilai Shinnecock Hills merupakan lapangan yang mampu menghadirkan perubahan besar dalam persaingan, terutama bergantung pada cuaca dan kondisi lapangan.

Ia mengingatkan bahwa pada U.S. Open 2018 di venue yang sama, Brooks Koepka mampu keluar sebagai juara meski tertinggal lima pukulan saat memasuki akhir pekan.

"Saya ingat Brooks tertinggal cukup jauh saat memasuki akhir pekan pada 2018. Jadi jika ada lapangan yang masih memberi peluang meski tertinggal tujuh pukulan seperti saya sekarang, maka tempat ini adalah salah satunya," kata Rory McIlroy.

Peluang McIlroy sebenarnya sempat terbuka lebar pada putaran kedua. Ia menuntaskan sembilan hole pertama dengan skor 33 atau dua di bawah par sehingga mulai memangkas jarak dengan Clark.

Namun, momentumnya langsung hilang setelah mencatat tiga bogey beruntun di hole 10 hingga 12.

Kesalahan pertama terjadi di hole 10 par-4 ketika pukulan approach dari jarak 79 yard justru meluncur melewati green.

Rory McIlroy gagal menyelamatkan par dan mengaku posisinya yang terlalu dekat dengan green membuat pukulan tersebut menjadi lebih sulit.

Ia menjelaskan bahwa bola berada di atas permukaan rumput yang lembut di dekat saluran drainase sehingga memilih memegang lob wedge lebih pendek.

Keputusan itu justru membuat pukulannya terlalu tipis.

"Itu memang pukulan yang sulit, tetapi tidak ada alasan bagi saya untuk menghasilkan pukulan seperti itu," ujarnya.

Kesalahan berlanjut di hole 11 par-3. Setelah melihat Tommy Fleetwood dan Ludvig Åberg gagal mencapai green dengan pitching wedge, McIlroy berusaha memastikan bolanya terbang lebih tinggi.

Namun angin membawa bola terlalu jauh hingga berhenti sekitar 57 kaki dari lubang. Upaya chip berikutnya kembali melewati target sehingga ia mencatat bogey kedua secara beruntun.

Di hole 12 par-4, McIlroy melepaskan drive sejauh 345 yard yang mendarat di fairway. Akan tetapi, approach kembali terlalu jauh dan chip berikutnya meninggalkan jarak sekitar 45 kaki menuju hole. Ia pun harus menerima bogey ketiga berturut-turut.

Rory McIlroy sempat bangkit dengan mencetak birdie di hole 13 dan 14.

Di hole 13, approach-nya berhenti hanya sekitar 10 inci dari lubang sehingga menghasilkan birdie mudah. Sementara di hole 14, ia memasukkan putt spektakuler dari jarak 43 kaki setelah drive sempat masuk ke area rumput liar.

Sayangnya, kebangkitan itu tidak bertahan lama. Double bogey di hole 15 menghapus keuntungan yang baru saja diperolehnya dan membuatnya menutup putaran dengan skor satu di atas par.

Menjelang dua putaran terakhir, Rory McIlroy menegaskan bahwa kunci untuk kembali bersaing adalah mengurangi kesalahan sendiri dan tidak bermain terlalu agresif menghadapi lapangan seberat Shinnecock Hills.

"Di lapangan seperti ini Anda tidak bisa terus memburu posisi pin. Bermain terlalu agresif hanya akan mendatangkan masalah. Saya harus bermain lebih cerdas, mengarahkan bola ke tengah green, menjaga bola tetap berada di bawah hole, lalu memanfaatkan peluang saat kesempatan itu datang," ujar McIlroy.

Artikel Tag: Rory McIlroy, US Open, PGA tour

Berita Terkait

Berita Terpopuler Minggu Ini

Berita Terbaru