USGA Sesuaikan Kondisi Lapangan Shinnecock Hills Hadapi Angin Kencang
Langkah tersebut diambil USGA untuk mengantisipasi angin kencang sekaligus menghindari terulangnya kontroversi pengaturan lapangan seperti dua edisi sebelumnya di Shinnecock Hills. (Foto: Golf Digest)
United States Golf Association (USGA) melakukan sejumlah penyesuaian terhadap kondisi Shinnecock Hills Golf Club menjelang dimulainya US Open 2026.
Langkah tersebut diambil untuk mengantisipasi angin kencang sekaligus menghindari terulangnya kontroversi pengaturan lapangan seperti yang terjadi pada dua edisi sebelumnya di venue yang sama.
Kepala Divisi Kejuaraan USGA, John Bodenhamer, mengungkapkan panitia sengaja memperlambat kecepatan green, menyesuaikan posisi hole dengan arah angin, serta melakukan penyiraman ringan pada permukaan green di sela-sela sesi pagi dan sore selama dua putaran pertama.
Menurut Bodenhamer, USGA sebenarnya dapat membuat lapangan jauh lebih sulit. Namun, tujuan utama penyelenggara adalah menciptakan persaingan yang adil tanpa menghilangkan karakter khas Shinnecock Hills.
"Kami bisa saja membuat lapangan ini jauh lebih ekstrem dalam beberapa hari ke depan jika menginginkannya. Namun, itu bukan tujuan kami. Kami ingin lapangan tetap adil dan tetap mempertahankan karakter Shinnecock. Lapangan ini sudah cukup sulit, dan kami telah melakukan berbagai penyesuaian agar tetap seimbang bagi semua pemain," ujar Bodenhamer.
Shinnecock Hills sempat menuai kritik saat menjadi tuan rumah US Open 2004 dan 2018.
Pada kedua edisi tersebut, banyak pegolf menganggap USGA kehilangan kendali atas kondisi lapangan karena green menjadi terlalu keras dan sulit dimainkan, terutama pada akhir pekan.
Pada US Open 2004, sebanyak 28 pemain gagal mencatat skor di bawah 80 pada putaran final dengan rata-rata skor mencapai 78,7.
Sementara pada edisi 2018, Phil Mickelson menjadi sorotan setelah memukul bola yang masih bergerak di green hole ke-13 karena frustrasi dan menerima penalti dua pukulan.
Belajar dari pengalaman tersebut, USGA memilih pendekatan berbeda tahun ini.
Bodenhamer menjelaskan tingkat kesulitan lapangan akan ditingkatkan secara bertahap mulai Rabu hingga akhir pekan, bukan langsung dibuat ekstrem sejak awal turnamen.
USGA juga menurunkan target kecepatan green menjadi sekitar 10,5 pada Stimpmeter, lebih rendah dibanding target awal 11,5 hingga 12.
Keputusan ini menjadi kali pertama sejak US Open 1995 di Shinnecock Hills green disiapkan dengan kecepatan di kisaran angka 10.
Selain itu, jadwal tee-off sesi pagi dimajukan 10 menit agar tersedia waktu sekitar 30 menit untuk melakukan penyiraman ringan atau “syringing” sebelum kelompok pemain sesi siang memulai permainan.
Proses tersebut bertujuan menjaga kelembapan permukaan green yang cepat mengering akibat karakter tanah berpasir di kawasan pesisir Long Island.
Langkah tersebut juga dipengaruhi prakiraan cuaca yang memperkirakan angin berkecepatan 12 hingga 24 mil per jam dengan embusan lebih dari 40 mil per jam pada Kamis.
Arah angin diperkirakan kembali berubah pada Sabtu sehingga panitia turut mempertimbangkan posisi hole berdasarkan kondisi tersebut.
Juara US Open 2018 di Shinnecock Hills, Brooks Koepka, mengakui kondisi lapangan saat ini terasa lebih lunak dibanding delapan tahun lalu.
Meski demikian, ia yakin panitia tetap mampu meningkatkan tingkat kesulitan lapangan apabila kondisi cuaca memungkinkan selama turnamen berlangsung.
Artikel Tag: US Open, PGA tour, shinnecock hills