Iga Swiatek Tepis Nilai Dari ‘Battle Of The Sexes’
Iga Swiatek [image: AFP]
Berita Tenis: Iga Swiatek telah mendeskripsikan ‘battle of the sexes’ sebagai hal yang tidak perlu dan memuji dampak yang diberikan United Cup terhadap tenis.
Pertandingan ‘battle of the sexes’ melibatkan Aryna Sabalenka dan Nick Kyrgios dalam usaha meniru pertandingan yang terjadi antara legenda tenis putri, Billie Jean King melawan Bobby Riggs.
Pertandingan antara Sabalenka melawan Kyrgios terjadi di Dubai bulan lalu dan diharapkan bisa menarik perhatian baru pada olahraga ini serta membanggakan permainan modern. Tetapi, ajang tersebut tidak memberikan efek yang diinginkan meskipun berhasil menarik perhatian dunia tenis dan olahraga.
Ikut buka suara tentang pertandingan tersebut, petenis berkebangsaan Polandia menyatakan bahwa pertandingan tersebut tidak perlu diadakan dan mengkritik langkah tersebut karena dunia tenis putri bisa berdiri di atas kakinya sendiri.
“Pertandingan itu menarik banyak perhatian. Pertandingan itu menghibur, tetapi saya tidak akan mengatakan bahwa hal itu ada hubungannya dengan perubahan sosial atau topik penting apa pun,” komentar Swiatek.
“Namanya saja yang sama, itu saja. Tidak ada kesamaan, karena dunia tenis putri bisa berdiri dengan kakinya sendiri saat ini. Kita memiliki begitu banyak atlet hebat dan kisah luar biasa untuk diceritakan, kita tidak perlu membandingkan diri dengan dunia tenis putra.”
Pandangan tersebut dianut oleh cukup banyak orang di dunia tenis karena dunia tenis putri telah berkembang secara spektakuler sejak musim 1973.
Kini, perhatian juara Wimbledon musim 2025 beralih ke hal-hal di lapangan setelah ia mengawali musim 2026 di United Cup. Ia akan mewakili Polandia bersama rekan senegaranya, Hubert Hurkacz dengan harapan bisa memenangkan kompetisi tersebut untuk kali pertama setelah mereka kalah di final dalam dua musim terakhir.
Petenis yang telah mengantongi enam gelar Grand Slam menyatakan bahwa United Cup memberikan banyak nilai tambah untuk dunia tenis.
“Itu kisah yang sama sekali berbeda. Tidak perlu ada kompetisi. Turnamen seperti ini, United Cup, menyatukan tenis, dan penggemar WTA maupun ATP bisa menyaksikan turnamen ini dengan penuh antusias,” lanjut Swiatek.
“Melihat petenis nomor tunggal yang biasanya tidak memiliki ruang untuk melakoni nomor ganda campuran, melakoni pertandingan seperti itu, saya pikir itu sebenarnya hal yang membuat olahraga ini jauh lebih menarik dan lebih baik.”
Di laga pertama babak penyisihan grup, Polandia akan berhadapan dengan Jerman yang menjadi laga ulang final United Cup dua musim lalu dan dimenangkan oleh Jerman.
Artikel Tag: Tenis, United Cup, Iga Swiatek